Laporkan Masalah

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM REHABILITASI HUTAN, LAHAN, DAN KONSERVASI SUMBERDAYA AIR PADA MODEL DAS MIKRO WATUGEDE, GUNUNGKIDUL

CYNTHIA DEVI NASTITISARI, K.Fajar Wianti, S.Hut., M.Si.;Dr Hatma Suryatmojo, S.Hut.,M.Si

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kekritisan sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang semakin tahun semakin meningkat, hal ini tentunya berdampak terhadap terganggunya siklus hidrologi. Wilayah DAS yang luas menjadi kendala utama dalam pengelolaannya. Berdasarkan hal tersebut, maka salah satu cara efektif dalam mengelola DAS adalah menggunakan skala DAS yang kecil (Model DAS Mikro /MDM). MDM telah dibangun di Kabupaten Gunungkidul dengan nama MDM Watugede. Salah satu kunci keberhasilan pengelolaan DAS adalah dengan mengoptimalkan peran masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi, tingkat partisipasi, dan faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam program rehabilitasi hutan, lahan, dan konservasi sumberdaya air pada MDM Watugede. Penelitian ini dilakukan terhadap anggota kelompok tani yang terlibat dalam program rehabilitasi hutan, lahan, dan konservasi sumberdaya air pada MDM Watugede.Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif.Analisis bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dilakukan dengan mentabulasikan dari hasil wawancara kemudian dianalisis deskriptif, dan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara faktor-faktor dengan keaktifan partisipasi masyarakat, peneliti menggunakan analisis statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat di Desa Hargomulyo dan Desa Pengkol didominasi oleh sumbangan kekuatan fisik/tenagadengan persentase berturut-turutsebesar 48% dan 58%, sedangkan di Desa Mertelu dan Desa Ngalang didominasi oleh sumbangan moril dengan persentase berturut-turut44% dan 49%. Tingkat partisipasi masyarakat dalam program ini tergolong sedang, yakni berada pada tingkatan Penentraman (66%). Faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat adalah pendapatan (sig) sebesar 0,011 dan jarak rumah dengan lokasi RHL dan Konservasi Sumberdaya Air (sig) sebesar 0,003.

Critical lands in watershed (DAS) is increasing year to year, this affects the disruption of the hydrological cycle. The vast watershed area becomes the main obstacle in its management. Based on this, one effective way of managing watershed is to use small scale watershed (Micro Watershed Model). Micro Watershed Model has been built in Gunungkidul Regency, which is named MDM Watugede. One of the keys to successful watershed management is to optimize the role of the community. This study aimed to determine the form, the level, and factors that influence the level of community participation in land and forest rehabilitation, water resources conservation in MDM Watugede. This research is conducted against the members of the farmer groups involved in the program. The method used is survey method with quantitative approach. Form and level analysis were done by using descriptive statistic and correlation analysis by chi square test. The results showed that the forms of community participation in Hargomulyo and Pengkol villages were dominated by physical contributions, 48% in Hargomulyo and 58% in Pengkol, while in Mertelu and Ngalang villages were dominated by moral contributions, 44% in Mertelu and 49% in Ngalang. The level of community participation in this program is moderate, at the level of Placation, the percentage was 66%. Factors affecting the level of community participation are income (sig) of 0,011 and the distance of the house with the location of land and forest rehabilitation, water resources conservation (sig) of 0,003 .

Kata Kunci : partisipasi masyarakat, RHL, konservasi, sumberdaya air.;Community participation, forest and land rehabilitation, water resources conservation.