Laporkan Masalah

Aktivitas Pemanfaatan Pakan Ternak Oleh Masyarakat Sekitar di Suaka Margasatwa Paliyan

DETI KURNIA, K.Fajar Wianti, S.Hut., M.Si.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Aktivitas pemanfaatan pakan ternak oleh masyarakat sekitar merupakan salah satu bentuk pemanfaatan yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan Suaka Margasatwa Paliyan. Potensi sumber pakan ternak yang tersedia serta kebutuhan pakan ternak yang tinggi diduga menjadi faktor masyarakat sekitar melakukan pemanfaatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola pemanfaatan pakan ternak yang dilakukan oleh masyarakat sekitar, serta mengetahui tingkat ketergantungan masyarakat tersebut terhadap pakan ternak dari dalam kawasan Suaka Margasatwa Paliyan. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan pertimbangan pengelola dalam menentukan alternatif kebijakan pengelolaan kedepannya untuk mengurangi aktivitas masyarakat di Suaka Margasatwa Paliyan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi lapangan. Jumlah sampel yang ditentukan dalam penelitian ini adalah 361 orang dari populasi penduduk 4 desa sekitar Suaka Margasatwa Paliyan (Desa Karangasem, Karangduwet, Jetis dan Kepek). Pengambilan sampel dilakukan secara berstrata (stratified random sampling) menurut jarak lokasi pemukiman sekitar terhadap kawasan Suaka Margasatwa Paliyan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Sebanyak 132 responden atau 37% dari 361 responden menyatakan melakukan pemanfaatan sumber pakan ternak dari Suaka Margasatwa Paliyan. Pola pemanfaatan yang dilakukan oleh pencari pakan ternak tersebut meliputi waktu dan intensitas pemanfaatan yang didominasi dilakukan setiap pagi dan sore hari sebanyak 45% dan intensitas tinggi (5 sampai 7 hari per seminggu) sebanyak 52%. Terdapat 75 titik jalur akses masuk menuju kawasan Suaka Margasatwa Paliyan, dimana keberadaannya dipengaruhi oleh topografi datar dan kemudahan akses. Terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak dimana, sembilan diantaranya merupakan tanaman rehabilitasi dan pemulihan ekosistem. Total kebutuhan pakan ternak dari 132 orang pencari pakan ternak di SM Paliyan adalah mencapai 24,88 ton atau 45% dari kebutuhan total dalam satu minggu (mencapai 55,09 ton). Adapun rincian tingkat ketergantungan pencari pakan ternak tersebut tediri dari sebanyak 25% memiliki tingkat ketergantungan tinggi, 32% tingkat ketergantungan sedang dan 43% ketergantungan rendah. Ketergantungan yang ada menimbulkan ancaman bagi sumberdaya alam SM Paliyan.

Fodder utilization activities in Paliyan Wildlife Reserve by the local communities has been made as one of the utilization shape that is not match with the main function of Paliyan Wildlife Reserve area. The availability of potential fodder sources and high fodder requirements can be expected as the dependence factor of local communities toward Paliyan Wildlife Reserve. The purpose of this research is to find out how are the patterns of livestock feed retrieval that are performed by local communities, and to know the communities dependence towards fodder from Paliyan Wildlife Reserve area. Whereas the benefits of this reserach is as an information and as a management considerations to determining some program to reduce the activities of local community in Paliyan Wildlife Reserve in the future. This research was done in March through May 2017 by using a case study approach. The data collection technique was used interview and observation. The number of samples specified in this study was 361 people that was taken from the population of four villages around Paliyan Wildlife Reserve (village of Karangasem, Karangduwet, Kepek and Jetis). Sampling was done in stratification (stratified random sampling) according to the settlements location around the Paliyan Wildlife Reserve area. The data analysis was done in quantitative descriptive. There are 132 respondents or 37% of the 361 respondents stated that they still look for fodder in Paliyan Wildlife Reserve. Utilization pattern performed by the seekers of fodder include the timing and utilization intensity which is dominated in every morning and afternoon for 45% and a high intensity (5 to 7 days per week) 52%. There are 75 access points into the Paliyan Wildlife Reserve area, which its existence is influenced by the flat topography and ease of access. There are 20 varieties of plants used as fodder where nine of them are the plant for ecosystem rehabilitation and restoration. Total needs of 132 fodder seekers in Paliyan Wildlife Reserve reached 24,88 tons or 45% of the total needs in a week (55,09 tons). The dependency level of the fodder seeker in detail is 25% have a high level of dependence, 32% with medium level of dependence and 43% with low dependency. The existing of dependence poses a threat to Paliyan Wildlife Reserve natural resources.

Kata Kunci : pemanfaatan pakan ternak, Suaka Margasatwa Paliyan;fodder utilization, Paliyan Wildlife Reserve