Laporkan Masalah

CAPAIAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR SUAKA MARGASATWA SERMO KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

AGUSTIN SUKAMTO, Dr. Ir. Lies Rahayu WF., M.P.

2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Salah satu tujuan pengelolaan kawasan konservasi yaitu mensejahterakan masyarakat lokal sekitar kawasan konservasi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjalin hubungan yang harmonis antara kawasan konservasi dengan masyarakat sekitarnya yaitu melalui kegiatan pemberdayaan. Sebagai pengelola, Balai KSDA Yogyakarta melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Sermo. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui capaian program pemberdayaan yang telah dilaksanakan oleh Balai KSDA Yogyakarta. Program pemberdayaan tersebut dilaksanakan di dua desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa Sermo, yaitu Desa Karangsari dan Desa Hargowilis. Dengan responden anggota kelompok tani dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Agung Rejeki dan KTH Tani Maju. Metode yang digunakan yaitu metode wawancara dengan menggunakan kuisioner, observasi lapangan serta dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, capaian program pemberdayaan belum dapat mencapai manfaat (outcome) yang diharapkan. Dari program pemberdayaan yang dilakukan di 2 KTH sekitar SM Sermo yaitu KTH Tani Maju dengan program Budidaya Pembesaran Lele Sangkuriang KTH Agung Rejeki dengan program Pembuatan Kripik Ikan Red Devil. Diketahui pula bahwa program pemberdayaan dilaksanakan oleh Balai KSDA Yogyakarta telah memberikan timbal balik terhadap keamanan kawasan. Sebanyak 68% anggota KTH Agung Rejeki dan sebanyak 70% anggota KTH Tani Maju, menyatakan bersedia melaporkan apabila terjadi pelanggaran di dalam kawasan SM Sermo.

One of the goal of conservation area management is the welfare of local community around the conservation area. Efforts that can be done to establish a harmonious relationship between the conservation area with the surrounding community is through empowerment activities. As a manager, Balai KSDA Yogyakarta conducts community empowerment program around Sermo Wildlife Reserve area. This study is conducted to know the achievement of empowerment program that has been implemented by Balai KSDA Yogyakarta. The empowerment program is implemented in two villages directly adjacent to Sermo Wildlife Reserve area, that villages are Karangsari Village and Hargowilis Village with respondents are member of farmer group sourrounding SM Sermo. The data were collected using interview technique with questionnaire instrument direct observation in the field and documentations. Data analysis was done by qualitative descriptive. The results of this study indicate that the achievement of the empowerment program has not been able to achieve the expected benefits (outcomes). From the empowerment program conducted at 2 KTH around SM Sermo, that KTH Tani Maju with the Cultivation of Lele Sangkuriang program and KTH Agung Rejeki with Red Devil Fish Chips Making program. The results of the research also show that the empowerment program implemented by Balai KSDA Yogyakarta has given reciprocity to the security of the region. As many as 68% of KTH Agung Rejeki members and as many as 70% of KTH Tani Maju members stated they were willing to report any violations within SM Sermo area.

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Hutan Konservasi, Capaian Program

  1. D3-2017-370363-abstract.pdf  
  2. D3-2017-370363-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-370363-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-370363-title.pdf