PENDAPATAN MASYARAKAT DARI KAWASAN REHABILITASI HUTAN MANGROVE SWADAYA DI KULON PROGO
MASDRA BRIAN NURHUDA, Dr. Ir. Lies Rahayu Wijayanti Faida, M.P.
2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVHutan mangrove merupakan salah satu hutan yang berada di daerah pesisir atau pantai yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, hutan mangrove dijadikan sebagai konservasi lingkungan sekitar pantai untuk menjaga kawasan sekitar hutan tidak terjadi bencana alam seperti tsunami, abrasi, dan angin puting beliung. Tujuan dari penelitian ini adalah aktivitas yang dilakukan masyarakat, perkembangan dari hasil rehabilitasi swadaya oleh masyarakat dan pendapatan masyarakat dari hasil rehabilitasi secara mandiri yang dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat di Dusun Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner terhadap seluruh anggota Kelompok Tani dan seluruh KK dalam dua Dusun Desa Jangkaran untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh oleh setiap masyarakat terhadap pemanfaatan hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang dilakukan masyarakat terhadap hutan mangrove yakni 55,81% masyarakat melakukan pemanfaatan sebagai jasa lingkungan agar tetap menjaga kawasan sebagai kawasan konservasi. Selain itu perkembangan rehabilitasi swadaya yang dilakukan oleh masyarakat dari tahun 1999 dan terakhir 2006 kini menunjukkan potensi hutan yang berkembang dengan baik akibat adanya tindakan masyarakat yang melakukan kegiatan penanaman dan pemeliharaan hutan. Sebesar 60,46% masyarakat karena masyarakat memahami pentingnya hutan bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Pendapatan masyarakat dari aktivitas wisata sebesar 1.000.000,00/bulan dan tambak sebesar Rp. 1.300.000,00/bulan sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi kehidupan masyarakat dan peningkatan yang signifikan dengan rata-rata peningkatan yang diperoleh sebesar 25%.
Mangrove forest is one of the forests in the coastal or coastal areas that can improve the welfare of the community by increasing revenues for the community. In addition, mangrove forests are used as environmental conservation around the coast to keep the area around the forest does not happen natural disasters such as tsunamis, abrasion, and tornado. The purpose of this reseach is to know , the activities undertaken by the community, the development of the results of self-help rehabilitation by the community and the income earned by the community from the rehabilitation results independently carried out continuously by the community in Dusun Pasir Mendit and Pasir Kadilangu, Jangkaran Village, Temon District, Kulonprogo Regency. This research was conducted by using interviews method that conducts questionnaire with all households in two Dusun Jangkaran Village and all members of Kelompok Tani from the four groups to find out how the income earned by each community on the utilization of mangrove forest. Result of research indicate that activity done by society to mangrove forest that is 55,81% society do exploiting as environmental service in order to keep area as conservation area. In addition, the development of self-help rehabilitation carried out by the community from 1999 and last 2006 now shows the potential for a well-developed forest due to the contribution of the community that engages in forest planting and maintenance activities. By 60.46% of societies as society understand the importance of forests for the increase of people's incomes. While the income of the community from the average tourist activity of Rp. 1.000.000,00/month and ponds of Rp. 1,300,000.00/month to provide more income for people's lives and a significant increase with an average increase of 25%.
Kata Kunci : Pendapatan, Rehabilitasi, Aktivitas, Hutan Mangrove