GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA PRIA S1 KEPERAWATAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL
ANAS FERHONIKA, Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S; Wiwin Lismidiati, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Mat.
2017 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Setiap tahun, terdapat lebih dari 357 juta kasus infeksi menular seksual (IMS) baru di dunia. Remaja pria merupakan kelompok yang paling beresiko terinfeksi IMS, namun pengetahuan remaja pria di Indonesia mengenai IMS masih cukup rendah. Sebagian besar mahasiswa pria S1 keperawatan di DIY adalah remaja, sehingga mereka wajib memiliki pengetahuan tentang IMS guna menunjang profesinya kelak, namun hingga saat ini belum ada evaluasi tingkat pengetahuan tentang IMS pada masing-masing perguruan tinggi. Tujuan Penelitian : Mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa S1 keperawatan tentang IMS yang dapat disembuhkan (trikomoniasis, gonorrhea, sifilis, chlamydia) di perguruan tinggi di DIY. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, berlangsung pada Februari-Maret 2017, di 3 program studi S1 keperawatan di DIY yang dipilih secara simple claster random sampling dengan 85 mahasiswa pria yang dipilih secara consecutive sampling dan telah memperoleh kuliah tentang IMS. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun oleh peneliti dengan hasil uji validitas pada rentang 0,180-0,465, serta reliabel dengan koefisien 0,643. Data dianalisis secara univariat. Hasil : Sebanyak 51 mahasiswa (60%) memiliki pengetahuan IMS yang baik. Pengetahuan tentang gonorrhea, trikomoniasis, dan chlamydia berada pada kategori baik, yaitu 67 mahasiswa (78,12%), 55 mahasiswa (64,71%), dan 43 mahasiswa (59,59%). Pengetahuan tentang sifilis berada pada kategori kurang (54,12%, 46 mahasiswa). Kesimpulan : sebagian besar pengetahuan mahasiswa tentang IMS berada pada ketegori baik. Namun, para responden menginginkan pemberian materi tentang IMS secara rinci dengan metode diskusi.
Background : Every year, there are more than 357 million new cases of STI in the world. Male adolescent is the most at risk on STI, but Indonesian male adolescent has lack of knowledge about STI. Most of male nursing students are adolescents therefore it is important for them to know about STI. Unfortunately, there is not evaluation about knowledge level of STI. Objective : Determining the knowledge level about curable STI (trichomoniasis, gonorrhea, syphilis, chlamydia) among undergraduate male nursing student in Special District of Yogyakarta. Method : This is quantitative study with cross sectional approach on February-March 2017 in three nursing schools in Yogyakarta, choosen by simple cluster random sampling. There were 85 respondents, choosen by consecutive sampling. Data were collected through a questionnaire made by researcher with validity's score: 0,180-0,465 and reliability on 0,643. Data were analyzed by univariate method. Result : There were 51 students (60%) who had the good knowledge about STI. The knowledge about trichomoniasis, gonorrhea, and chlamydia were also in the good level. Only the knowledge of syphilis in less good level (46 students, 54,12%). Conclusion : Most of students had good knowledge about STI because they had already given a lecture about STI in their college. But, they needed some improvement in the learning method of STI.
Kata Kunci : infeksi menular seksual, mahasiswa keperawatan, pengetahuan