Laporkan Masalah

Pemenuhan Hak Pendidikan dan Pelatihan Bagi Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Salemba (Lapas Salemba)

ARYANI FARAH NABILA, Prof. Dr. Edward O.S. Hiariej, S.H., M.Hum

2017 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Penelitian ini mengkaji: pertama, pelaksanaan pemenuhan hak pendidikan dan pelatihan bagi anak didik pemasyarakatan di Lapas Salemba dan yang kedua hambatan dan upaya yang dilakukan dalam melaksanakan pemenuhan hak pendidikan dan pelatihan bagi anak didik pemasyarakatan di Lapas Salemba. Metode penelitian menggunakan penelitian hukum normatif-empiris. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji permasalahan-permasalahan yang ada melalui bahan-bahan kepustakaan seperti peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal. Selain itu, penulis melakukan observasi langsung ke lapangan berkaitan dengan objek yang diteliti dan melakukan wawancara dengan narasumber dan responden. Dari penelitian hukum ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pendidikan di Lapas Salemba dilakukan dalam bentuk pemberian pendidikan dengan jalur nonformal melalui program kesetaraan atau kejar paket, sedangkan bentuk pelatihan yang diberikan bagi anak didik pemasyarakatan berupa pelatihan yang lebih berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan pelatihan kerja ataupun keterampilan. Untuk hambatan dalam pelaksanaannya tidak hanya disebabkan oleh anak didik pemasyarakatan namun juga ada faktor dari pengajar, maupun petugas lapas.

This research examines: first, the implementation of the fulfillment of educational and training rights for correctional protege in Lapas Salemba and second, the obstacles and completions of the fulfillment of educational and training rights for correctional protege in Lapas Salemba. The method used in this research is normative-empirical legal research. In this research, the author examines the problems that exist through literature materials such as legislations, books, and journals. In addition, the author made direct observations to the field related to the object under research and conducted interviews with resource persons. Based on this legal research, it can be concluded that the implementation of educational rights in Lapas Salemba is conducted by giving the Correctional Protege in the form of non-formal education through an equivalencies programs, while in the form of training that provided for correctional protege is more related to science and technology skill rather than job training. For the obstacles in the implementation of the educational right fulfillment are not only caused by correctional protege but also from the teachers and the prison officers.

Kata Kunci : Anak Didik Pemasyarakatan, Pendidikan, Pelatihan

  1. S1-2017-349012-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349012-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349012-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349012-title.pdf