Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KEBIJAKSANAAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNAGRAHITA

GABRIELA DESY KUSUMAWARDANI, Aisah Indati, Dra., M.S., Psikolog

2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Ibu menjadi sosok yang sangat rentan terhadap masalah penyesuaian karena dihadapkan pada situasi hidup yang tidak dapat diubah kembali, yaitu memiliki anak tunagrahita. Ketidakmampuan untuk mengatasi situasi tersebut dapat menimbulkan ancaman bagi perwujudan kesejahteraan psikologis ibu yang memiliki anak tunagrahita sehingga ibu cenderung tidak optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai manusia secara penuh dan positif. Agar ibu yang memiliki anak tunagrahita mampu untuk mengatasi situasi tersebut, ibu memerlukan adanya kebijaksanaan. Seiring dengan adanya kebijaksanaan, ibu juga menunjukkan adanya beberapa perwujudan kesejahteraan psikologis, seperti pertumbuhan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebijaksanaan dengan kesejahteraan psikologis pada ibu yang memiliki anak tunagrahita. Subjek dalam penelitian ini adalah 62 ibu yang memiliki anak tunagrahita. Hipotesis penelitian ini adalah "ada hubungan yang positif antara kebijaksanaan dengan kesejahteraan psikologis pada ibu yang memiliki anak tunagrahita". Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan dua skala adaptasi berbentuk Likert, yaitu Three-Dimensional Wisdom Scale (3D-WS) dan Ryff's Psychological Well-being Scale. Reliabilitas Skala Kebijaksanaan adalah 0,853 dan reliabilitas Skala Kesejahteraan Psikologis adalah 0,927. Pengujian reliabilitas Skala Kebijaksanaan dan Kesejahteraan Psikologis menggunakan teknik Cronbach's Alpha. Hipotesis penelitian ini diuji melalui analisis Pearson's Product-Moment Correlation. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai r sebesar 0,552 dengan taraf signifikansi p < 0,01. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan positif antara kebijaksanaan dengan kesejahteraan psikologis pada ibu yang memiliki anak tunagrahita.

Mothers become very susceptible to adjustment problem because mothers must deal with an unsolvable life problem, such as having a child with intellectual disability. The inability to cope with that situation can give a threat to the realization of mothers' psychological well-being, so mothers have a tendency to function less as human beings. In order to be able to cope with the situation, mothers need the presence of wisdom. Along with the wisdom, mothers also show form of realization of psychological well-being, such as personal growth. This study aims to determine the relationship between wisdom and psychological well-being of mothers who have a child with intellectual disability. Subjects in this study were 62 mothers who have a child with intellectual disability. The hypothesis of this study is "there is a positive relationship between wisdom and psychological well-being of mothers who have a child with intellectual disability". The data of this study were obtained by using two Likert adaptation scales, namely Three-Dimensional Wisdom Scale (3D-WS) and Ryff's Psychological Well-being Scale. The reliability of the 3D-WS is 0.853 and the reliability of Ryff's Psychological Well-being Scale is 0.927. The reliability of these scales were tested through Cronbach's Alpha technique. The hypothesis of this study was tested through Pearson's Product-Moment Correlation analysis. The results of hypothesis test show r value of 0,552 with the degree of significance p <0,01. These values indicate that the hypothesis in this study is accepted: there is a positive relationship between wisdom and psychological well-being of mothers who have a child with intellectual disability.

Kata Kunci : Kebijaksanaan, Kesejahteraan Psikologis, Ibu yang memiliki anak tunagrahita; Wisdom, Psychological Well-being, Mother who has a child with intellectual disability

  1. S1-2017-347111-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347111-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347111-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347111-title.pdf