PENGARUH PEMBERIAN BEKATUL TERFERMENTASI TERHADAP KADAR GLUKOSA TIKUS WISTAR JANTAN MODEL DIABETES MELLITUS
MEGA FEBIA SURYAJAYANTI, Perdana Samekto T. S., M.Sc.,R.D; Fatma Zuhrotun Nisa', S.T.P., M.P.
2017 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia. Salah satu strategi pengaturan kadar glukosa darah adalah dengan meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat dan tinggi antioksidan. Bekatul terfermentasi mengandung kadar serat dan kandungan antioksidan yang tinggi. Pemberian bekatul terfermentasi memiliki potensi untuk menjadi alternatif pengaturan kadar glukosa darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian bekatul terfermentasi terhadap kadar glukosa darah tikus diabetes mellitus yang diinduksi oleh streptozotosin dan nikotinamid Metode: Bekatul difermentasikan dengan ragi instan Raprima® pada suhu 35oC selama 3 hari. Setelah tikus diaklimatisasi, diberikan injeksi 230 mg/Kg BB nikotinamid kemudian ditambah dengan injeksi streptozotosin 65 mg/Kg BB. Tikus diberikan perlakuan selama 4 minggu sesuai kelompok yaitu kontrol normal, kontrol negatif, perlakuan bekatul 10%, perlakuan bekatul 20%, perlakuan bekatul terfermentasi 10% dan bekatul terfermentasi 20%. Pengambilan plasma darah tikus putih melalui medial canthus sinus orbitalis untuk dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah. Hasil: Data analisis kandungan menunjukkan bahwa bekatul terfermentasi memiliki kadar air dan lemak lebih rendah dari bekatul non fermentasi sedangkan kadar abu, protein, serat, fenol, flavonoid dan aktivitas antioksidan lebih tinggi dari bekatul non fermentasi. Pemberian bekatul terfermentasi dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (p<0,001) dan setara dengan kelompok kontrol normal (p>0,05). Pemberian bekatul terfermentasi 10% menunjukkan efek yang sama dengan bekatul non fermentasi 10% dan 20% (p>0,05). Sedangkan bekatul 10% belum dapat setara dengan kontrol normal (p<0,05). Kesimpulan: Bekatul terfermentasi lebih efektif dalam penurunan glukosa darah dibandingkan dengan bekatul non-fermentasi.
Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by increase of blood glucose (hyperglycemia). High fiber and antioxidant has shown to improve blood glucose control in diabetes patient. Previous study shown that fermented rice bran has higher fiber and antioxidant content than non-fermented rice bran thus fermented rice bran has higher potential to control blood glucose than non-fermented rice bran in diabetes. Objective: To investigate the effect of fermented rice bran on the blood glucose in streptozotocin-nicotinamide-induced diabetes rat model. Method: Rice bran was fermented by Raprima® on 35oC for 3 days. Male wistar rats induced with 230 mg/Kg BB nicotinamide and streptozotocin 65 mg/Kg BB then divided into 6 groups which are normal control, negative control and treatment groups (supplemented with 10% non-fermented rice bran, 20% non￾fermented rice bran, 10% fermented rice bran and 20% fermented rice bran). Rats given the treatment for 4 weeks. Blood plasma collected from medial canthus sinus orbitalis for blood glucose analysis. Result: Fermented rice bran shows decreasing of water and fat content whereas ash, protein, fiber, phenol, flavonoid and antioxidant activity is increased. Supplementation of fermented rice bran for 4 weeks significantly reduced the blood glucose compared with the negative control (p<0,001) and shows similar result with normal control (p>0,05). Supplementation with 10% fermented rice bran showed the same effect as 10% and 20% non-fermented rice bran (p>0,05). Whereas, supplementation of 10% non-fermented rice bran showed significantly different with normal control (p<0,001). Conclusion: Fermented rice bran decrease blood glucose more effectively than non-fermented rice bran in streptozotocin-nicotinamide-induce diabetes rat model.
Kata Kunci : Diabetes tipe 2, streptozotosin-nikotinamid, bekatul terfermentasi, Rhizopus oligosporus, kadar glukosa darah