Laporkan Masalah

SUMBER KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI YANG BELUM MEMILIKI ANAK

VIVI WIJAYANTI, Budi Andayani, Dr., M.A., Psikolog

2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Setiap pasangan yang menikah memiliki harapan untuk memiliki anak dan merupakan sebuah hal yang normal baginya untuk mewujudkan keinginan tersebut. Akan tetapi pasangan suami istri bukan tidak mungkin dihadapkan pada kondisi infertil yang menyulitkan baginya untuk memiliki keturunan, seringkali kondisi infertilitas menyebabkan stress, depresi, merasa kurang lengkap, dan menurunnya harga diri. Apalagi di budaya masyarakat Indonesia masih menganggap penting kehadiran anak dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber kepuasan pernikahan pada istri yang belum memiliki momongan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif studi kasus. Metode pengambilan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Informan penelitian terdiri dari tiga orang, dua diantaranya yang mengalami kasus infertile adalah suami, dan satu diantaranya belum malakukan pemeriksaan medis. Setelah dilakukan wawancara ditemukan perbedaan sumber kepuasan pernikahan pada ketiga informan. Pada informan ER sumber kepuasan pernikahannya adalah berasal dari komunikasi aktivitas waktu luang, keterbukaan dan kepercayaan. Sementara pada informan LD sumber kepuasan pernikahannya berasal dari komunikasi, aktivitas waktu luang, orientasi agama, dan karakter pasangan/ kepribadian pasangan, sementara pada informan SN kepuasan pernikahannya bersumber pada komunikasi, orientasi agama serta karakter pasangan/kepribadian pasangan.

Every married couple has the hope of having a child and it is normal for him to realize that desire. However, couples are not impossible to deal with infertile conditions that make it difficult for him to have offspring, often the condition of infertility causes stress, depression, feeling incomplete, and decreased self-esteem. Especially in the culture of Indonesian society still consider the importance of the presence of children in marriage. This study aims to determine the source of marital satisfaction in a wife who has not had a baby. The approach used in this research is qualitative case study. Methods of data collection using semi-structured interviews and observation. The research informant consisted of three people, two of whom experienced infertile case were husband, and one of them had not malakukan medical examination. After the interviews found differences in the source of marital satisfaction in the three informants. In the ER informant the source of his marriage satisfaction is derived from the communication of leisure activities, openness and trust. While the informant LD source of marriage satisfaction derived from communication, leisure activities, religious orientation, and the character of couples / spouses personality, while the informant SN marriage satisfaction derived from communication, religious orientation and the character of spouse / spouse personality.

Kata Kunci : Sumber kepuasan pernikahan, Istri, belum memiliki anak.