Laporkan Masalah

STRATEGI DEESKALASI KOMITMEN: PENGARUH PENGUNGKAPAN AIB, MANFAAT KEPUTUSAN OPORTUNISTIS, DAN PREFERENSI ANGGOTA TIM TERHADAP KEPUTUSAN EVALUASI PROYEK PARA MANAGER

IMRAN, Prof. Dr. Mahfud Sholihin, M.Acc; Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc

2017 | Disertasi | S3 Akuntansi

Disertasi ini meneliti pengaruh pengungkapan aib, manfaat dari keputusan oportunistis, dan preferensi anggota tim terhadap keputusan evaluasi proyek yang dilakukan oleh manager proyek, yaitu sejauh mana ketiga faktor ini mendorong manager proyek untuk menghentikan proyek yang mengalami kerugian (dhi. deeskalasi komitmen) pada situasi tatanan tim dan problem keagenan. Dua eksperimen laboratorium dilakukan untuk menguji pengaruh ketiga faktor diatas. Eksperimen 1 menguji pengaruh pengungkapan aib dan manfaat keputusan oportunistis terhadap kecenderungan manager proyek melakukan deeskalasi komitmen. Eksperimen 2 menguji pengaruh pengungkapan aib dan preferensi anggota tim juga terhadap tendensi manager proyek melakukan deeskalasi komitmen. Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk menguji hipotesis-hipotesis yang dibangun pada penelitian ini. Hasil pengujian pada Eksperimen 1 menunjukkan bahwa manager proyek memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk melakukan deeskalasi komitmen jika berada pada kondisi adanya pengungkapan aib dibandingkan jika berada pada kondisi ketiadaan pengungkapan aib. Hasil pengujian juga memperlihatkan bahwa manager proyek memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk melakukan deeskalasi komitmen jika manfaat dari keputusan oportunistis hanya dinikmati oleh manager proyek dibandingkan jika manfaat dari keputusan oportunistis dinikmati bersama oleh manager proyek dan anggota timnya. Selanjutnya, hasil pengujian pada Eksperimen 2 memperlihatkan bahwa manager proyek memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk melakukan deeskalasi komitmen jika anggota timnya memiliki preferensi untuk menghentikan proyek dibandingkan jika anggota timnya memiliki preferensi untuk melanjutkan proyek. Hasil dari analisis tambahan lebih lanjut menunjukkan bahwa pengendalian baik dalam bentuk pengungkapan aib maupun dalam bentuk preferensi anggota tim untuk menghentikan proyek yang merugi keduanya efektif dalam mendorong manager proyek untuk melakukan deeskalasi komitmen. Hasil-hasil pengujian yang disajikan pada disertasi ini memiliki implikasi teoritis dan praktis yang penting untuk lebih memahami proses pengambilan keputusan managerial. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah menyajikan model penelitian yang memprediksi dan menjelaskan perilaku eskalasi komitmen dan upaya untuk memitigasi perilaku tersebut. Di sisi lain, implikasi praktis dari penelitian ini adalah memberikan masukan kepada organisasi yang akan mengimplementasikan sistem pengendalian managemen dalam bentuk pengendalian formal dan informal dalam rangka memitigasi perilaku eskalasi komitmen. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi kepada literatur akuntansi pada area studi eskalasi komitmen, dan menyediakan dasar yang bermanfaat untuk penelitian yang akan datang.

This study examines the effect of whistleblowing, benefits of an opportunistic decision, and team members' preference toward a failing project on managers' project evaluation decisions under team setting and agency problems situation. Two laboratory experiments were conducted to test the various hypotheses formulated in this study. Experiment 1 tests the effect of whistleblowing and benefits of the opportunistic decision on project managers' tendency to de-escalate commitment. Meanwhile, Experiment 2 tests the effect of whistleblowing and team members' preference to a failing project also on project managers' tendency to de-escalate commitment. In Experiment 1, the results suggest that project managers will have a higher tendency to de-escalate commitment to a failing project in the presence of whistleblowing. The results further suggest that project managers will have a higher tendency to de-escalate commitment to a failing project in the situation where benefits of keep continuing the failing project are solely claimed by the project managers. Meanwhile in Experiment 2, the results suggest that project managers will have a higher tendency to de-escalate commitment to a failing project in the situation where their team members prefer to terminate the project. The results of additional analyses, in addition, also reveal that control mechanisms either in the form of formal control such as whistleblowing or in the form of informal control such as team members' honest preference to terminate the project both are effective in inducing project managers to de-escalate commitment. The results of this study lead to both theoretical and practical implications which are important to enhance our understanding of managerial decision making process. The theoretical implication of this study, for instance, is providing a research model which predicts and explains escalation of commitment behavior as well as ways to mitigate such behavior. Meanwhile, the practical implication of this study, for instance, is providing inputs for an organization wanting to implement formal and informal management control systems in order to curtail escalation of commitment behavior. This study also contributes to accounting literature and provides bases for future research in escalation of commitment area of study.

Kata Kunci : pengungkapan aib, manfaat bersama, preferensi anggota tim, eskalasi komitmen, whistleblowing, escalation of commitment, opportunistic decision, team members��ï&A

  1. S3-2017-336883-abstract.pdf  
  2. S3-2017-336883-bibliography.pdf  
  3. S3-2017-336883-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2017-336883-title.pdf