Laporkan Masalah

EVALUASI PERGESERAN HORIZONTAL TITIK-TITIK PANTAU WADUK MRICA MENGGUNAKAN JARING RADIAL

PUTRI AZIZAH, Dr. Dwi Lestari ST., M.E

2017 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Bendungan Jenderal Sudirman atau yang dikenal dengan nama Waduk Mrica merupakan PLTA yang berada di Banjarnegara, Jawa Tengah. Waduk ini memiliki fungsi utama sebagai pembangkit listrik tenaga air untuk daerah Jawa dan Bali, serta berfungsi sebagai irigasi, dan pariwisata. Semua struktur yang dibangun di permukaan bumi pasti dipengaruhi oleh gerakan-gerakan yang disebabkan karena gaya yang ada pada komposisi bangunan tersebut. Konstruksi Waduk Mrica bertipe urugan batu dengan tipe clay sehingga memungkinkan konstruksi waduk untuk menyesuaikan volume dan debit air dan dapat terjadi deformasi. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pihak pengelola yaitu PT. Indonesia Power adalah dengan melakukan pemantauan secara periodik dengan jaring pemantauan yang didapat dari titik-titik pantau di lapangan dengan minimal dua kala pengamatan sehingga diperoleh besaran deformasinya. Selama ini pihak pengelola Waduk Mrica sudah melakukan pemantaun mengunakan jaring pengukuran radial. Hal ini menyebabkan data ukuran tidak memiliki ukuran lebih sehingga perhitungan deformasi geometrik standar menggunakan hitung kuadrat terkecil tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, pergeseran tubuh bendungan menggunakan jaring radial perlu dikaji dan dievaluasi. Pada penelitian ini digunakan data sekunder berupa pengamatan titik pantau bendungan utama pada kala 2013, 2014, dan 2015 yang telah diakuisisi oleh PT Indonesia Power. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan screening data pengamatan dan eleminasi kesalahan pengukuran. Setelah kesalahan tak acak dieleminasi, selanjutnya menghitung koordinat dan ketelitian koordinat horizontal menggunakan perambatan kesalahan acak. Evaluasi pergeseran dilakukan dengan membandingkan nilai pergeseran dan ketelitian pergeseran menggunakan uji statistik. Besar pergeseran merupakan selisih dari koordinat antar kala pengukuran, sedangkan ketelitian pergeseran titik pantau dihitung dengan perambatan kesalahan acak. Untuk mengetahui Gambaran perubahan geometri jaring antar kala digunakan transformasi koordinat konform dan Afine. Penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran horizontal yang terjadi untuk setiap interval kala bervariasi dikarenakan konstruksi Waduk Mrica yang bertipe clay dimana bentuknya mengikuti volume air waduk. Pergeseran horizontal terbesar terjadi pada titik D50 pada interval kala 2013 dan 2014 dengan nilai 8,45 cm. Hal ini terjadi dikarenakan titik D50 terletak dekat daerah pembuangan kelebihan air waduk. Arah pergeseran bervariasi pada interval kala 2013 dan 2014, namun untuk kala 2015 dilihat dari arah dan besar pergeserannya seolah-olah memiliki nilai gaya lebih besar dari pada interval kala 2013 dan 2014 menyebabkan arah pergeseran pada interval kala 2014 dan 2015 serta 2013 dan 2015 seragam yaitu ke arah barat laut. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan transformasi koordinat konform dan Affine, diketahui bahwa model perhitungan yang lebih cocok digunakan dalam evaluasi perubahan geometri jaring adalah dengan transformasi koordinat konform. Hasil dari perhitungan transformasi konform menunjukkan tidak adanya perubahan bentuk dan ukuran dikarenakan tidak adanya perubahan skala dan transformasinya hampir seragam.

Jenderal Sudirman dam also known as Mrica reservoir is a water plant in Banjarnegara, Central Java. This reservoir has functions for water plant for Java and Bali, irrigation, and tourism. All the structure which built directly on the earth surface must be affected by movements caused by forces from the building’s components. Mrica Reservoir’s construction is backfilled stone type also known as clay type, so that allow reservoir to follow the volume and discharge of water. The construction caused a displacement so that it is needed for dam monitoring. One of efforts done by PT. Indonesia Power for managing Mrica Reservoir monitoring periodically using network monitoring from observe points in main dam with two epochs monitoring so deformation value can be conducted. During this time, the managerial of Mrica reservoir has been using radial monitoring network to determine horizontal deformation in main dam. Monitoring using radial network lead to no redundancy measurements on the data size so that standard geometric deformation calculations using the principle of least squares adjustment cannot be performed. Therefore, the horizontal displacement of main dam using radial network need to be assessed and evaluated. This research used secondary measurement data of horizontal displacement in main dam observe points in epoch 2013, 2014, and 2015 which measured by PT. Indonesia Power. This study conducted by screening observation and error elimination in measurement data. After non-random error had been eliminated, then calculate the horizontal coordinates for each point using random error propagation. Evaluation of the displacement, is done by comparing displacement values and displacement accuracy using statistical tests. To determine the geometry changes of the network between epoch measurements used transformation coordinate conform and Affine. This study shows that horizontal deformation that occur for each epoch interval vary due to the dam construction of a clay type, where the shape follows the water volume of the reservoir. The biggest horizontal displacement value happened in point D50 from interval epoch 2013 and 2014 with displacement value 8,45 cm. This occur because D50 is located near the spillway area which is area to exhaust the reservoir excess water. Displacement direction varies at the intervals 2013 and 2014. On the other hand, based on pattern of displacement direction and value, it seems that eksternal force which happen in epoch 2015 have bigger force than in interval epoch 2013 and 2014, it makes directions of displacement were uniform to the northwest for interval 2014 and 2015 also in interval 2013 and 2015. After calculation using transformation coordinate conform and Affine, it is known that the calculation method which is more suitable to be used in evaluation of network geometry changes is transformation coordinate conform. Moreover, conform calculation shows that no changes in shape of geometry and in the measurement due to no scale different and the transformation are almost uniform.

Kata Kunci : Waduk Mrica, perambatan kesalahan acak, transformasi koordinat, deformasi