Laporkan Masalah

PENGARUH PENGGUNAAN POLA AGROFORESTRI TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI LAHAN HUTAN RAKYAT KECAMATAN NGLIPAR KABUPATEN GUNUNGKIDUL

EKA PUTRIUTAMI, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si.

2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Hutan rakyat adalah hutan yang dibangun, dikelola dan dimanfaatkan oleh rakyat diatas tanah milik atau tanah yang dibebani hak atas tanah. Hutan rakyat berbentuk kebun campuran pepohonan, dengan tanaman pertanian, buah-buahan dan tanaman lainnya atau biasa disebut agroforestri. Agroforestri memiliki pola-pola dalam penanamannya yaitu pola pembatas (Trees Along Border), pola lorong (Alley Cropping), pola baris (Alternate Rows), dan pola acak (Random Mixture) sehingga mempunyai produksi tanaman yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola agroforestri yang dominan dan menghitung produksi tanaman pangan hasil hutan rakyat pada berbagai pola agroforestri di lahan hutan rakyat kecamatan Nglipar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan survei, observasi, dan wawancara, kemudian data yang diperoleh dari lapangan dilakukan rekapitulasi dan dianalisis secara kuantitatif dengan cara menghitung total dan rata-rata produksi dalam satuan hektar. Hasil penelitian menunjukkan pola agroforestri yang dominan di Kecamatan Nglipar adalah pola Random Mixture dengan jenis jati. Produksi tanaman pangan hasil hutan rakyat tertinggi dengan pola Trees Along Border, yaitu padi sebesar 733,51 kg/ha. Pola Alley Cropping, yaitu jagung sebesar 1000 kg/ha. Pola Alternate Rows, yaitu singkong sebesar 1562,50 kg/ha. Pola Random Mixture, yaitu jagung sebesar 249,35 kg/ha.

Community forestis built, managed, and utilized by people who land owned or encumbered with land rights. It is mixed garden of trees with agricultural crops, fruits, and others plants which is well known as agroforestry. Agroforestry has some cultivation patterns i.e. Trees Along Border, Alley Cropping, Alternate Rows, and Random Mixture, so their production are diverse. This study aims to determine the dominant agroforestry pattern and calculate the production of Nglipar subdistrict community forest crops in some agroforestry patterns. This study used survey, observation, and interview as data collection technique, then obtained data was recapitulated and analyzed quantitatively by calculating total and average of productivity in hectare. The results showed that the dominant agroforestry patern in Nglipar subdistrict was Random Mixture pattern in teak species. The highest production of community forest crops with Trees Along Border was 733,51 kg/ha of rice. Alley Cropping pattern was 1000 kg/ha of corn. Alternate Rows pattern was 1562,50 kg /ha of cassava. Random Mixture Pattern was 249,35 kg/ha of corn.

Kata Kunci : hutan rakyat, agroforestri, produksi.

  1. D3-2017-368858-abstract.pdf  
  2. D3-2017-368858-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-368858-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-368858-title.pdf