Laporkan Masalah

DAYA TRUBUS SEMAI GAHARU (Aquillaria malaccensis Lamk.) UMUR 1 TAHUN PADA BEBERAPA TINGGI PANGKASAN DAN TINGKAT NAUNGAN

SABRINA AULIA, Ir.W.W.Winarni, M.P.; Dr. Ir. Eny Faridah, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Gaharu (A. malaccensis) merupakan tanaman hutan penghasil produk hutan non kayu bernilai ekonomi tinggi. Spesies ini terdaftar sebagai tumbuhan langka akibat perburuan gaharu yang tidak terkendali di hutan alam. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi konsisi ini adalah dengan membangun hutan tanaman gaharu melalui perbanyakan vegetatif dan membuat kebun pangkas. Keberhasilan kebun pangkas dapat tercapai dengan mempertimbangkan faktor genetik dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi pangkasan terbaik dan tingkat naungan paling sesuai untuk menghasilkan tunas A. malaccensis. Penelitian ini dilakukan di Persemaian Laboratorium Silvikultur Intensif Fakultas Kehutanan UGM di Klebengan dan Laboratorium Ilmu Tanaman Fakultas Pertanian UGM, selama 5 bulan terhitung dari Oktober 2016 hingga Maret 2017. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Split-plot dengan tingkat naungan (40%, 60% dan 80%) sebagai mainplot dan tinggi pangkasan (30 cm, 40 cm, dan 50 cm) sebagai subplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tinggi pangkasan paling efektif adalah 30 cm dengan rerata panjang tunas 9,3 cm, diameter tunas 0,183 cm, dan jumlah daun pada tunas 4,56 helai. 2) Tingkat naungan paling sesuai adalah 40% dan 60% berdasarkan rerata jumlah tunas yang muncul (8,66 dan 7,09 tunas). Perlakuan tingkat naungan terhadap rerata panjang tunas, diameter tunas, dan jumlah daun pada tunas tidak berpengaruh secara signifikan.

Agarwood (A. malaccensis) is a forest species that produces non-timber forest products with high economic value. This species is listed as a rare plant due to uncontrolled hunting in natural forests. One alternative that can be done are establishing agarwood plantation by vegetative propagation and establishing hedge orchards. The success of hedge orchards can be achieved by considering the genetic and environmental factors. This research aims to determine the best treatment on hedge plant heights and shading levels to produce buds of A. malaccensis. This research was conducted at Intensive Silviculture Laboratory, Faculty of Forestry Gadjah Mada University in Klebengan and Crops Science Laboratory, Faculty of Agriculture for 5 months, since October 2016 until March 2017. Research design was using Split-plot Design with shading levels (40%, 60% and 80%) as mainplot and hedge plant heights (30 cm, 40 cm, dan 50 cm) as subplot. The results showed that: 1) The most effective hedging treatment was 30 cm with the average buds length of 9.3 cm, buds diameter of 0.183 cm, and leaves on the buds of 4.56 pieces. 2) The most suitable shading levels are 40% and 60% based on the average of buds that appear (8,66 and 7.09 shoots). The average of bud length, bud diameter, and number of leaves on buds was not significantly different for this treatment.

Kata Kunci : Aquillaria malaccensis, gaharu, daya trubus, tinggi pangkasan, naungan;Aquillaria malaccensis, sprouting ability, hedge plant height, shading level