Laporkan Masalah

Korelasi Hasil Analisis Kecernaan In Sacco dengan In Vitro Produksi Gas pada Berbagai Jenis Legum dan Rumput

IMRAN SATRIADI, Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D. ; Prof. Dr. Ir. Ristianto Utomo, S.U.

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi hasil kecernaan legum dan rumput dengan menggunakan dua metode kecernaan (in sacco dan in vitro produksi gas). Dalam penelitian ini digunakan lima macam daun legum (Indigofera arrecta, Sesbania grandiflora, Leucaena leucocephala, Sesbania sesban, dan Macroptylium lathyroides) dan tujuh macam rumput (Panicum muticum, Setaria splendida, Setaria sphacelata, Panicum maximum, Pennisetum purpureum, Pennisetum hybrid, dan Brachiaria decumbens). Masing-masing sampel dianalisis proksimat yang meliputi bahan kering (BK), bahan organik (BO), serat kasar (SK), dan protein kasar (PK). Komposisi kimia bahan pakan hijauan disampaikan secara deskriptif. Nilai koefisien korelasi (r) antara in sacco dengan in vitro produksi gas dihitung menggunakan korelasi Pearson sedangkan perhitungan persamaan untuk memprediksi nilai degradasi teori BK dan degradasi teori BO berdasarkan produksi gas dan nilai parameter produksi gas dihitung menggunakan persamaan regresi linier sederhana dan berganda dengan menggunakan enter method program SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada komposisi kimia utama antara legum dengan rumput yaitu SK dan PK. Korelasi antara kehilangan BK dengan kinetika produksi gas dari BK terjadi pada kinetika jam ke-6 sampai jam ke-24 (P<0,01), sedangkan pada jam ke-3 dan jam ke-48 tidak berkorelasi. Persamaan terbaik untuk memprediksi kehilangan BK in sacco berdasarkan data in vitro produksi gas adalah Y = 24,445 - 2,183agas + 0,112bgas + 643,055cgas (R2 = 0,673) dan Y = 31,611 - 2,321agas + 610,726cgas (R2 = 0,670). Persamaan terbaik untuk memprediksi kehilangan BO in sacco berdasarkan data in vitro produksi gas adalah Y = 28,253 - 2,245agas - 0,092bgas + 532,274cgas (R2 = 0,654) dan Y = 21,406 - 2,127agas + 572,281cgas (R2 = 0,651). Disimpulkan bahwa data dari in sacco dan in vitro produksi gas berkorelasi dengan baik dan penduga terbaik dalam persamaan regresi adalah fraksi agas, fraksi bgas, dan fraksi cgas.

This study was conducted to know the correlation of legumes and grasses using two methods of digestibility analyses (in sacco and in vitro gas production). Five legume leaves (Indigofera arrecta, Sesbania grandiflora, Leucaena leucocephala, Sesbania sesban, and Macroptylium lathyroides) and seven grasses (Panicum muticum, Setaria splendida, Setaria sphacelata, Panicum maximum, Pennisetum purpureum, Pennisetum hybrid, and Brachiaria decumbens) were sampled and analyzed for the dry matter (DM), organic matter (OM), crude fibre (CF), and crude protein (CP) contents. All samples also were run in both in sacco and in vitro gas production to determine the digestibility. The results of proximate analyses were descriptively discussed. The correlation coefficient (r) between in sacco and in vitro gas production was calculated using Pearson correlation while the equation calculation to predict the digestibility of DM and OM (DMD and OMD) based on gas production and parameters values of gas production were calculated using simple and multiple linear regression equation using enter method of SPSS 23 program. The results showed that the main chemical composition differences between legume and grasses was on the CF and CP. The correlation between DM disappearance and gas production of DM was noted at 6 to 24 hours (P<0.01), but not at 3 and 48 hours. The best formula to predict the in sacco DM disappearance by using gas production data was Y = 24,445 - 2,183agas + 0,112bgas + 642,055cgas (R2 = 0.673) and Y = 31,611 - 2,321agas + 610,726cgas (R2 = 0.670). The best formula to predict the in sacco OM disappearence by using gas production data was Y = 28,253 - 2,245agas - 0,092bgas + 532,274cgas (R2 = 0.654) dan Y = 21,406 - 2,127agas + 572,281cgas (R2 = 0.651). It can be concluded that the data from in sacco and in vitro gas production are well correlated, and the best predictors in the regression equation were fraction of agas, fraction of bgas, dan fraction of cgas.

Kata Kunci : Legum, Rumput, In sacco, In vitro produksi gas, Koefisien Korelasi, Prediktor

  1. S1-2017-331487-abstract.pdf  
  2. S1-2017-331487-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-331487-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-331487-title.pdf