Laporkan Masalah

Uang Elektronik sebagai Penanda Distingsi Kelas Waktu Luang: Studi Kasus Komunitas "Mobilio Indonesia Community (Mobility) Region Yogyakarta

REYHAN AZNAR, Prof. Dr. Heru Nugroho

2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Semasa hidupnya, manusia pasti menginginkan pemenuhan berbagai kebutuhan agar dapat bertahan hidup. Salah satu cara perolehannya adalah melalui transaksi. Rangkaian perubahan alat pertukaran telah mengalami proses panjang dan berlangsung lama. Berkat modernisasi dan teknologi, telah lahir uang elektronik sebagai instrumen non tunai mutakhir. Komunitas mobil Mobilio Indonesia Community (Mobility) region Yogyakarta adalah salah satu komunitas yang menggunakan kartu ini sebagai alat pembayaran dan sekaligus sebagai kartu identitas bagi para anggotanya. Alat ini sangat bermanfaat manakala digunakan di fasilitas-fasilitas umum atau merchants yang memiliki Electronic Data Capture (EDC) Penelitian ini menggunakan teori uang Simmel sebagai pengantar serta teori kelas waktu luang dan gaya hidup Veblen untuk membedah segala kegiatan dan perilaku komunitas melalui anggotanya di waktu luang, sehingga melahirkan gaya hidup, dan salah satunya juga terbentuk lewat penggunaan uang elektronik. Metode penelitian adalah deskriptif studi kasus instrumental tunggal (single instrumental case study) karena memberikan gambaran secara mendalam tentang sebuah kasus, dalam hal ini komunitas mobil sebagai objek yang diteliti, sebagai sarana menjelaskan suatu isu secara rinci dan dalam rangka memberikan pemahaman mendalam dengan cara menelaah informasi secara detail dan menganalisis data-data yang telah diperolah. Untuk itu, peneliti mengambil sumber-sumber data primer, yaitu melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang merupakan pengurus Mobility region Yogyakarta serta data sekunder berupa buku, jurnal, artikel berita online, dan website yang memuat informasi-informasi mengenai uang elektronik, komunitas, dan data-data pendukung. Mobility region Yogyakarta mempraktikkan kelas waktu luang, seperti salah satu tujuan berdirinya, yaitu berkumpul di masa senggang. Bila diartikan, mereka ingin menunjukkan keunggulan di sekitarnya, sehingga memunculkan perbandingan yang menyakitkan hati dengan masyarakat yang tak memiliki cukup waktu luang dan uang banyak. Apalagi, mereka juga memiliki gaya hidup sebagai konsekuensi dari konsumsi dan kemalasan serta waktu luang yang mencolok mata, kemudian dilanggengkan dengan adanya sense of belonging dan intensnya pemakaian uang elektronik lewat banyaknya EDC di merchants. Mereka pun menikmatinya sebagai ritus tanpa memperdulikan orang lain.

During humans lifetime, they would want the fulfillment of various needs in order to survive. One way to acquisition it is through transactions. The series of changes in exchange tools have undergone a long and lasting process. Thanks to the modernization and technology, now the new tool has been born, named electronic money as an advanced non-cash instrument. Mobilio Indonesia Community (Mobility) region Yogyakarta as car community is one of the communities that put on this card as a means of payment and as well as an identity card for its members. This appliant is very useful when it is used in public facilities or merchants that have an Electronic Data Capture (EDC). This study use theory of money from Simmel for opening as well as leisure class and life style from Veblen to dissect all activities and behaviour from community members in leisure time, so it exists life style, and one of those formed by usage of electronic money. The applied research method is descriptive single instrumental case study because it provides an in-depth description of a case, in this case the car community with electronic money as the object being studied, as a device of explaining the issues profoundly and in order to provide a deep understanding by reviewing detailed information and analyzing the data that have been obtained. For that, researcher take primary data sources, by in-depth interview from three head divisions and one general head of Mobility region Yogyakarta, as well as secondary data sources, like books, journals, online news article, and website contains informations, such as elcetronic money, community, and support datas. Mobility region Yogyakarta has done leisure class, like one purpose of community, that is gather in leisure time. It means they want to show superiority around them, so it causes invidious comparison with society that have not enough spare time and much money. Also, they have lifestyle as consequence of conspicuous leisure and conspicuous consumption, then it is bonded strong by sense of belonging and frequently usage of electronic money through many EDC in the merchants. They enjoy lifestyle as everyday ritual without taking care to another people.

Kata Kunci : Uang Elektronik, Instrumen Non Tunai, Komunitas Mobil, Kelas Waktu Luang, Gaya Hidup

  1. S1-2017-347808-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347808-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347808-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347808-title.pdf