GAMBARAN TINGKAT RISIKO JATUH PADA PASIEN JIWA DAN PENANGANAN RISIKO JATUH PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI BANGSAL TERATAI RSUP DR SARDJITO
TIARA SAS DHEWANTI, Intansari Nurjannah, S.Kp.,MNSc.,Ph.D; Totok Harjanto, S.Kep., Ns., M.Kes; Sri Warsini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D
2017 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang:Pencegahan jatuh merupakan bagian dari keselamatan pasien. Pasien dengan gangguan jiwa mempunyai risiko jatuh lebih tinggi dari pada pasien lainnya. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran tingkat risiko jatuh pada setiap kategori pasien gangguan jiwa (krisis, akut, pemeliharaan dan promosi kesehatan) dan mengetahui manajemen risiko jatuh pada pasien gangguan jiwa. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan case study. Responden terdiri dari 20 pasien gangguan jiwa dan 4 perawat. Instrumen yang digunakan adalah Edmonson Fall Risk Assessment Tool (EFRAT), Client Categorization System (CCS). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil : Risiko jatuh pada pasien gangguan jiwa paling banyak terjadi pada responden dengan kategori krisis (25%). Aktivitas paling paling banyak dilakukan pada NIC Modifikasi Lingkungan adalah menggunakan peralatan perlindungan, sedangkan aktivitas pada NIC Pencegahan Jatuh yang selalu dilakukan adalah pada: identifikasi kekurangan pasien, kunci alat ambulasi selama melakukan pemindahan pasien, monitor kemampuan berpindah pasien, sediakan pencahayaan yang cukup dan berkolaborasi dengan anggota tim kesehatan lain. Kesimpulan: risiko jatuh pada pasien gangguan jiwa dapat terjadi pada semua kategori, kecuali health promotion. Sebagian besar aktivitas pencegahan jatuh berdasarkan NIC manajemen lingkungan dan pencegahan jatuh dilakukan oleh perawat.
Study Background: One of the concerns associated with patient safety is the prevention of falls. Patients with mental disorders have a higher risk of fall compared to other patients. Objective: This study was to explore the description of risk falling level on the category of psychiatric patients and to identify risk of fall management on mental health patients Method: This was descriptive quantitative research with case study design. 20 psychiatric patients and 4 nurses who were responsible for patients with falling risk were chosen as the respondents in the first phase. The instruments used were Edmonson Fall Risk Assessment Tool (EFRAT), Client Categorization System (CCS). Univariate analysis was used. Result : The risk of falling level of psychiatric patients occurred mostly on respondents with crisis category (25 %). The most activity done on NIC environment modification is using safety equipment. Meanwhile, the most activities done on NIC slip preventing are identifying the patient condition; paying attention to the patient's movement; checking the wheelchair key and stretcher; and preparing an appropriate lighting. Besides and collaboration with other medical team is also needed Conclusions: patients has risk of fall in each client category (crisis, acute, maintenance). The majority of activities in NICs both Environmental Modification and Fall Prevention are implemented by nurses.
Kata Kunci : CCS , Gangguan Jiwa, Penanganan jatuh dan Tingkat risiko jatuh, risk of fall level, risk of fall management and mental disorder