SHAREHOLDER ASPIRATION LETTER DALAM BUMN PERSERO BERDASARKAN UNDANG-UNDANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DAN UNDANG-UNDANG PERSEROAN TERBATAS (STUDI KASUS PT PENGEMBANGAN PARIWISATA INDONESIA (PERSERO))
I GUSTI NGURAH AGUNG BIMA BHAGASKARA, Karina Dwi N. P., S.H., LL.M., M. Dev.Prac
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMShareholder Aspiration Letter adalah suatu surat kepada Direksi mengenai aspirasi dan target pemegang saham BUMN yang wajib digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan rancangan rencana kerja dan anggaran perusahaan. Surat tersebut diterbitkan oleh Menteri BUMN sebagai pemegang saham BUMN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan Shareholder Aspiration Letter dalam BUMN berbentuk Persero berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, dan Undang-Undang BUMN. Selain itu penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penyimpangan terhadap Shareholder Aspiration Letter dalam rancangan rencana kerja dan anggaran perusahaan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero). Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis-empiris yaitu mempelajari suatu produk hukum yang berlaku dengan penelitian kepustakaan, dan melihat kenyataan penerapannya di masyarakat dengan penelitian lapangan. Data yang didapat kemudian dianalisa dengan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Shareholder Aspiration Letter dalam Persero memiliki kedudukan yang setara dengan rapat umum pemegang saham, dan dapat disamakan dengan dengan keputusan sirkuler pada Perseroan Terbatas non-BUMN. Terdapat lima poin pada rancangan rencana kerja dan anggaran perusahaan yang tidak sesuai dengan target Shareholder Aspiration Letter yang diakibatkan berbagai faktor bisnis. Meskipun terdapat penyimpangan, tindakan tersebut dapat dibenarkan sebab Direksi mengambil kebijakan dengan didasarkan keahlian, peluang yang tersedia, dan kelaziman dalam dunia usaha yang sejenis.
Shareholder Aspiration Letter is a letter addressed to Directors about aspiration and target of State Owned Enterprises (SOEs) shareholder that is required to be used as a guideline on creating company annual work plan and budget. The letter was published by Minister of State Owned Enterprises as SOEs shareholder. This research aims to identify Shareholder Aspiration Letter position in a Limited Liability SOEs based on State Owned Enterprises Law and Limited Liability Company Law. Furthermore, this research aims to identify deviations againts Shareholder Aspiration Letter on PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) company annual work plan and budget. This research uses juridical-empirical method by studying rules and laws in society from literatures and study the actual implementation by doing field research. The aquired data then analyzed with descriptive qualitative analysis. The result of this study indicates that Shareholder Aspiration Letter on a Limited Liability SOEs has a equal position with General Meeting of Shareholders, and can be equated with circular resolution on a non-SOEs Limited Liability Company. There werw five points on the company annual work plan and budget that was not in accordance with Shareholder Aspiration Letter’s target, which was caused by many business factors. Although there were deviations it can be justified, because the Directors took that measure based on expertise, available opportunities, and similar business prevalences.
Kata Kunci : Shareholder Aspiration Letter, BUMN, Persero, Perseroan Terbatas