Pergeseran Sosial, Ekonomi, dan Spasial Eks Lokalisasi Silir, Kota Surakarta
LESTYANTO CAHYADANI, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPerubahan sosial, ekonomi, dan spasial dalam suatu kawasan terjadi secara beriringan. Hal ini dapat terjadi di kawasan dengan berbagai karakteristik, termasuk kawasan marjinal berupa lokalisasi prostitusi. Sejarah prostitusi di Indonesia sudah ada sejak jaman kerajaan, sebelum era penjajahan Belanda, dan telah membudaya hingga terbawa hingga masa kini. Salah satu contohnya adalah kawasan prostitusi Silir. Di masa jayanya, lokalisasi ini menjadi yang terbesar di Kota Surakarta. Letaknya yang berada jauh dari pusat kota tidak menyulutkan niat para pencari kenikmatan seks untuk datang dan membeli jasa para penyedia jasa prostitusi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu seperti apa perubahan sosial dan spasial yang terjadi di Kampung Kenteng dan Silir sejak sebelum Silir ditetapkan sebagai lokalisasi prostitusi hingga sekarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan induktif-kualitatif dan paradigma fenomenologi yang berupa deskripsi mengenai perubahan yang terjadi di Kampung Kenteng dan Silir. Data dalam penelitian ini diambil dengan wawancara semiterstruktur (semistructure interview) dengan metode pengambilan sampel purposive sampling dan snowball sampling. Narasumber yang diwawancara berjumlah 20 orang dengan berbagai latar belakang profesi. Fokus penelitian ini yaitu pada perubahan sosial dan spasial yang terjadi di Kampung Silir dan Kampung Kenteng yang merupakan bekas lokasi prostitusi Silir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan secara fisik (spasial) dan non fisik (sosial dan ekonomi) di eks lokalisasi prostitusi Silir. Perubahan yang telah terjadi berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat setempat baik secara spasial maupun sosial dan ekonomi. Penelitian yang telah dilakukan juga menunjukkan bahwa perubahan non fisik (sosial dan ekonomi) yang terjadi telah banyak mempengaruhi pembentukan lingkungan spasial yang ada di kedua kampung tersebut.
ABSTRACT Social, economy, and spatial changes in an area occur simultaneously. This can occur in areas with various characteristics, including marginal areas of prostitution localization. The history of prostitution in Indonesia has existed before the colonial era of Dutch and has been entrenched up to the present. For example is the prostitution area of Silir. In its heyday, this localization became the largest in Surakarta. Its location is far from the city center does not ignite the intentions of sex pleasure seekers to come and buy the services of prostitution service providers. This study aims to find out what kind of social and spatial changes that have taken place in Kampung Kenteng and Silir since before Silir was established as the localization of prostitution until now. This research was conducted by using inductive-qualitative approach and phenomenology paradigm which resulted in a description of the changes that occurred in Kampung Kenteng and Silir. The data in this research is taken by semistruktured interview with purposive and snowball sampling method. Interviewed speakers amounted to 20 people with various professional backgrounds. The focus of this research is on the social and spatial changes occurring in Kampung Silir and Kampung Kenteng. The results of this study indicate that there has been a physical (spatial) and nonphysical (social and economy) change in ex prostitution area of Silir. Changes that have occurred affect the lives of local communities in their spatial, social, and economical lives. This study has also shown that the nonphysical (social and economy) changes have influenced the formation of spatial environment in both kampung.
Kata Kunci : Perubahan, sosial, ekonomi, spasial / change, social, economy, spatial