Laporkan Masalah

ASSESSING CURRENT ACCOUNTING STANDARD ON HERITAGE ASSETS IN INDONESIA'S PUBLIC SECTOR

WIKAN KARIS BASUTAMA, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., Ak., CA.

2017 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Penelitian ini menilai apakah perlakuan aset bersejarah saat ini dalam konteks sektor publik Indonesia sudah tepat. Studi ini merupakan studi kasus dengan Candi Borobudur dan Prambanan sebagai objek penelitian. Data yang dianalisis meliputi transkrip wawancara, standar akuntansi pemerintah, dan regulasi pemerintah. Hasil yang diperoleh studi ini adalah bahwa Candi Borobudur dan Prambanan merupakan aset yang bernilai tinggi bagi negara dan mengandung banyak nilai guna dan non-guna. Perlakuan saat ini, yaitu tidak diukur dan hanya diungkapkan di catatan atas laporan keuangan dianggap tidak tepat, karena nilai-nilai tersebut tidak tercerminkan secara penuh. Ada beberapa metode pengukuran serta cara pengakuan dan klasifikasi yang tepat dan layak dipertimbangkan oleh pembuat standar dan peraturan.

This research evaluates whether the current treatment for heritage assets in the context of Indonesia's public sector is appropriate. This study is a case study with Borobudur and Prambanan as the research objects. Data analysed includes interview transcripts, government accounting standards and governement regulations. The results of this study show that Borobudur and Prambanan are highly valuable assets to the nation and contain numerous use and non-use values. The current treatment of non-measurement and disclosure only in the notes to financial statements are considered inappropriate, because these values are not fully reflected. There are several measurement methods as well as ways of recognition and classification that are appropriate and worth the consideration of standard setters and rulemakers.

Kata Kunci : heritage assets, cultural heritage, governmental accounting standard

  1. S1-2017-349081-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349081-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349081-title.pdf