TREND DEPICTION ABOUT MEN AND WOMEN UNDERGOING HIV TREATMENT IN EDELWEISS CLINIC AT DR. SARDJITO HOSPITAL YOGYAKARTA
LINTANG SAGORO, dr. Yanri Wijayanti Subronto, PhD,SpPD-KPTI. ; dr. Sri Awalia Febriana, MKes, SpKK. ; dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes, SpKK.
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Gender adalah suatu isu yang tidak bias dipisahkan dari perawatan HIV. Setiap gender memiliki karakteristik sendiri dan mampu memengaruhi sikap dan respon terhadap perawatan HIV. Pendekatan pelayanan kesehatan terhadap manajemen HIV bias berbeda disetiap gender. Stigma tentang HIV juga menjadi factor lain yang penting. Kondisi-kondisi diatas berpengaruh terhadap respon perawatan HIV. Untuk mengetahui perkembangan perawatan, presentase data antara orang dengan HIV dan orang dengan HIV yang telah memulai perawatan dibutuhkan. Klinik Edelweiss RSUP Dr. Sardjito adalah salah satu rujukan nasional klinik perawatan HIV di Indonesia. Klinik ini juga terkenal dalam perawatan HIV. Penelitian tentang pengaruh gender terhadap perawatan HIV masih sangat sedikit, terutama di Indonesia. Sedangkan, penelitian tentang karakteristik gender dan perawatan HIV sangat penting sebagai bukti apakah pendekatan perawatan yang saat ini dilakukan sudah tepat sasaran disetiap gender atau belum. Selanjutnya, hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan program perawatan HIV yang sedang berjalan di Indonesia. Tujuan: Memberikan deskripsi mengenai tren cakupan Antiretroviral Treatment pasien yang didiagnosis dengan HIV dari setiap gender di Klinik Edelweiss RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta pada tahun 2013 hingga 2015. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif berdasarkan laporan bulanan pasien HIV yang menalukan perawatan dari tahun 2013 hingga 2015. Hasil: terdapat 938 kasus HIV pada laki-laki dan 511 kasus pada perempuan yang ditemukan hingga tahun 2015. Presentase inisiasi Antiretroviral Treatment diantara kelompok yang layak pada ketiga tahun adalah 87.75% untuk laki-laki dan 90.68% untuk perempuan di tahun 2013, 83.39% untuk laki-laki dan 85.63% untuk perempuan di tahun 2014, 81.99% untuk laki-laki dan 80.81% untuk perempuan di tahun 2015. Presentase inisiasi Antiretroviral Treatment diantara kelompok secara umum pada ketiga tahun adalah 84.37% untuk laki-laki dan 83.29% untuk perempuan di tahun 2013, 81.99% untuk laki- laki dan 80.81% untuk perempuan di tahun 2014, 84.34% untuk laki-laki dan 83.39% untuk perempuan di tahun 2015. Kesimpulan: Laki-laki mendominasi angka prevalensi dibandingkan dengan perempuan, presentase cakupan inisiasi ART diantara kelompok yang layak lebih tinggi pada perempuan di semua tahun meskipun kedua gender mengalami tren menurun selama tahun 2013 hingga 2015. Disisi lain, laki-laki memiliki presentase cakupan inisiasi ART yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan pada kelompok secara umum dengan tren yang cenderung stabil baik laki-laki maupun perempuan.
Background: Gender became an issue that cannot be separated from HIV care. Each gender has its own characteristics and thus, are influencing the behavior and respond on HIV treatment. Health care approaches regarding HIV management could vary between genders. stigmas around the disease could be the other important factor. Those conditions above can influence the HIV care behavior. To track the treatment progress, percentage data between people living with HIV and who have started the treatment is needed. Edelweiss clinic Dr. Sardjito Hospital is one of the national referral HIV clinic in Indonesia. This clinic is also known as a prominent clinic in delivering HIV care. Published study / literature about the influence of gender based on HIV treatment is still few especially in Indonesia. Meanwhile review about characteristics of gender and treatment is important to gather the evidence whether the current approach of HIV care is effective or not in each gender. Furthermore, the result of the study can be used as the one of strategies in improving the ongoing HIV care program in Indonesia. Study Aim: To describe the trend on ART coverage of patients diagnosed with HIV from each gender group in Edelweiss Clinic Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta in the years 2013 to 2015. Study Method: This is a record-based, retrospective descriptive study based on HIV patients monthly report (secondary data) which were undergoing HIV treatment from year 2013 to 2015. Result: Men’s HIV prevalence was 938 cases and women with 511 cases found until 2015. ART initiation percentage among eligible group in all three years are 90.68% (women) and 87.75% (men) in 2013, 85.63% (women) and 83.99% (men) in 2014, and 86.41% (women) and 84.61% (men) in 2015. ART initiation percentage among people diagnosed with HIV in general in all three years are 83.29% (women) and 84.37% (men) in 2013, 80.81% (women) and 81.99% (men) in 2014, and 83.39% (women) and 84.34% (men) in 2015. Conclusion: Men dominated the prevalence over women, Antiretroviral initiation coverage among eligible patients were higher in women for all three years despite both gender had decreasing trends among eligible patients throughout 2013 to 2015, on contrary men had higher Antiretroviral coverage among people diagnosed with HIV in general with steady trends for both men and women throughout 2013 to 2015.
Kata Kunci : HIV, Gender, Trend, Treatment, ART.