Toponimi Pasar Tradisional di Kota Yogyakarta
AHMAD ROBIANSYAH, Dr. Daru Winarti, M.Hum. ; Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum.
2017 | Skripsi | S1 SASTRA NUSANTARAPenelitian ini membahas toponimi pasar tradisional di Kota Yogyakarta, dimulai dari pembahasan terkait bentuk nama pasar tradisional hingga klasifikasi toponimi nama pasar tradisional. Penelitian ini didasari atas masih sedikitnya kajian berkaitan dengan sejarah penamaan pasar tradisional, selain itu juga karena masih kurangnya sosialisasi pemerintah berkaitan dengan sejarah penamaan pasar tradisional ini. Kondisi ini semakin didukung oleh kurangnya media komunikasi publik berkaitan dengan sejarah penamaan pasar tradisional. Padahal, sejarah penamaan pasar tradisional ini merupakan produk kebudayaan lokal yang seharusnya dapat dilestarikan dengan menghadirkan kajian berkaitan dengan sejarah penamaan pasar. Apabila semakin banyak orang yang mengkaji, maka masyarakat akan mendapatkan informasi berkaitan dengan sejarah penamaan pasar ini secara utuh. Penamaan pasar tradisional di Kota Yogyakarta dikatakan sebagai produk kebudayaan lokal karena dalam pemberian nama pasar tradisional terdapat sejarah atau motivasi yang melatarbelakangi pemberian nama tersebut. Selain itu, nama juga memiliki muatan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat terkait. Oleh karena itu upaya untuk mengkaji penamaan pasar tradisional ini juga merupakan upaya untuk mempertahankan dan melestarikan produk kebudayaan lokal yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta. Penelitian "Toponimi pasar tradisional di Kota Yogyakarta" (TPT-KY) ini mengambil data primer berupa 31 nama pasar tradisional di Kota Yogyakarta yang mengacu pada Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 17 Tahun 2007, yang selanjutnya dilakukan observasi lapangan. Metode penelitian dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu penyediaan data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data digunakan metode studi pustaka dan wawancara semuka, sedangkan pada tahap analisis data menggunakan metode padan dan agih. Selanjutnya, penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian TPT-KY setelah dilakukan analisis dengan menggunakan teori morfologi, sintanksis, semantik, dan toponimi, menunjukkan hasil yaitu proses pembentukan nama pasar dalam TPT-KY yang terbagi dalam 4 bentuk kata yaitu: bentuk kata monomorfemis, bentuk kata polimorfemis, bentuk kata polimorfemis berupa kata majemuk, dan frasa. Kemudian klasifikasi toponiminya terbagi ke dalam 5 jenis toponimi yaitu: toponimi vegetasi, toponimi berdasarkan komoditas, toponimi berdasarkan peristiwa bersejarah, toponimi berdasarkan pemberian, dan toponimi berdasarkan wilayah.
This study discusses the toponym of traditional markets inYogyakarta, starting from the discussion of the formof traditional markets name until classification of toponym. This research is based on the small number of studies related to the history of the traditional markets naming, and also due to the lack of socialization of government related to the history of traditional markets naming. This condition is further supported by the lack of public communication media related to the history of traditional markets naming. Where as, the history of the naming ofthe traditional markets is a local cultural product that should be preserved by presenting the studies related to the history of naming the markets. If more people review this study, then public society will get information related to the history of naming markets integrally. In Yogyakarta, the traditional markets naming belonged to the local cultural product because it contains historical or motivational background. More over, it also plays role in social, economic and culture of society. Therefore, the attempt to study the naming of traditional markets is also an effort to maintain and preserve the local cultural products owned by Yogyakarta. This research "The Toponym of Traditional Markets in City of Yogyakarta" (TTM-CY) collects primary data of 31 names of traditional markets in Yogyakarta, which is refer to "Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 17 Tahun 2007" and then supported by observations. The research method in this study consisted of three phases, that is the data preparation, data analysis, and results presentation. Methods used in data preparation stage are literatures study and interview. In data analysis stage, descriptive method is used. Furthermore, the results of data analysis are presented by formal and informal methods. The result of TTM-CY research indicate the classification of toponym of traditional markets and the process of establishing the name of the traditional market. Classification of toponymy of traditional markets is divided into 5 types, which are vegetation toponymy, toponymy based on commodities, toponymy based on historic events, toponymy based on administration, and toponymy by region. The process of forming the market names in TTM-CY is divided into four tenses of the form of the word which are monomorfemis, polimorfemis, the polimorfemis of compound words, and phrase.
Kata Kunci : penamaan pasar tradisional, sejarah pasar, Kota Yogyakarta, bentuk kata, toponimi. / traditional markets naming, history of markets,Yogyakarta, the form of the word, toponymy