Laporkan Masalah

Gerakan Mahasiswa Di Luar Dewan Mahasiswa Tahun 1970-an Di Yogyakarta

AHSAN RAMADHAN, Julianto Ibrahim, M. Hum.

2017 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAH

Studi ini membincang diskursus mengenai kekuatan perlawanan permanen kepada pemerintah yang represif, yakni mahasiswa. Penelitian yang fokus pada kiprah gerakan mahasiswa di luar Dewan Mahasiswa ini, menunjukkan hasil yang menggemberikan. Pasca konflik 1966, generasi mahasiswa di luar Dewan Mahasiswa 1970-an menjelma menjadi kekuatan yang mengejutkan, dengan tekanan massa yang terus meledak. Hasil studi ini menggambarkan, kelompok di luar Dewan Mahasiswa selalu memanfaatkan peristiwa nasional dan daerah sebagai momentum akumulasi untuk di ubah menjadi perasaan bersama, bahwa rezim otoritarian sesungguhnya sedang di mulai. Beragam bentuk dari diskusi hingga aksi massa pun dilakukan, diikuti menjamurnya kelompok ini baik grup diskusi, pers mahasiswa maupun forum lintas tokoh. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan menggunakan sumber primer dan sekunder. Pada sumber primer, digunakan pers rilis komunitas dan wawancara aktivis 1970-an. Sedangkan pada sumber sekunder, digunakan jurnal, artikel, dan buku akademik dengan tema sejenis. Akhirnya sebagai upaya mengisi kekosongan dan keminiman historiografi kelompok ini, semoga penelitian ini memberi dampak moril untuk juga menengok kiprah aktivis mahasiswa di luar Dewan Mahasiswa.

This study investigates university students as a permanent force against the repressive Dutch government. It focuses on the contribution of Students movement outside Students Council (Dewan Mahasiswa), which reveals significant achievements. After the 1966 activisms, the non-student council generation in the 1970's Yogyakarta has transformed into a surprising political power, winning an expanding and stable peoples demand. The findings of this study also describe the students movement as a new group, continuously using the national and regional events as momentums the chaotic situations of which are accumulated, and to grow the collective awareness that the bell of authoritarian regime has started ringing. Finally, apart from the variety of forms, ranging from discussions to mass actions, this group grows very fast in almost all segments such as discussion group, students press and inter-figure forum. The research employs a historical method using both primary and secondary sources. Primary sources used here are newspaper and interview with 1970s activis. And secondary sources are articels, academic journals, and books. Eventually, as a means of filling the gap in the historiography, the research on this group, despites its little interest, is hoped to give moral impact not to look down at the contribution of students activism outside the students council.

Kata Kunci : gerakan, mahasiswa, aktivisme, aksi massa.

  1. S1-2017-311811-abstract.pdf  
  2. S1-2017-311811-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-311811-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-311811-title.pdf