Laporkan Masalah

PERILAKU DAN MOTIVASI MENGONSUMSI CANNABIS SEBAGAI PENGOBATAN ALTERNATIF: STUDI KASUS JAMAK-TERPUSAT (MULTIPLE CASE [EMBEDDED] DESIGN)

WURGAN RAHADIAN, Drs. Hadi Sutarmanto, M.S.

2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Cannabis adalah substansi psikoaktif yang oleh Pemerintah Indonesia (di dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika) digolongkan sebagai Narkotika Golongan 1, yang berarti cannabis tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan. Akan tetapi, di Indonesia, seperti juga di beberapa negara lainnya, ditemukan adanya individu yang mengonsumsi cannabis sebagai pengobatan terhadap kondisi medis yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perilaku dan motivasi mengonsumsi cannabis sebagai pengobatan alternatif berdasarkan Theory of Planned Behavior dan (2) dapat atau tidaknya cannabis diterapkan sebagai pengobatan terhadap gangguan medis yang dimiliki informan secara teoritis berdasarkan studi literatur. Penelitian dilaksanakan menggunakan desain Studi Kasus Jamak-Terpusat (SKJT) dengan metode pengumpulan data Wawancara Medalam (WM), Observasi Partisipatif-Pasif (OPP), dan Studi Dokumen. Ada dua informan dengan gangguan medis yang berbeda (i.e., Ankylosing Spondylitis [AS] dan Bipolar Disorder [BIP-D]) yang terlibat dalam penelitian ini. WM & OPP dilaksanakan dua kali pada masing-masing informan dan Studi Dokumen dilaksanakan untuk menjawab tujuan kedua penelitian ini. Ditemukan dari kedua informan bahwa Attitude toward the Behavior (ATB) dan Perceived Behavioral Control (PBC) ikut membentuk intensi mengonsumsi cannabis sebagai pengobatan alternatif. Selain itu, juga ditemukan bahwa kedua informan melakukan kontrol aktual, sehingga perilaku mengonsumsi cannabis sebagai pengobatan alternatif dibentuk oleh intensi dan kontrol aktual terhadapnya. Dalam hal motivasi, ditemukan bahwa kedua informan mengonsumsi cannabis sebagai pengobatan alternatif adalah untuk [/karena]: (1) mengeksplorasi keberhasilan pengobatan alternatif yang dijalani oleh rekan; (2) merasa pengobatan konvensional tidak menawarkan solusi; (3) memiliki keterlibatan yang tinggi dalam mengambil keputusan; dan (4) menghindari toksisitas dan/atau invasivitas yang berasal dari pengobatan konvensional. Cannabis juga dipersepsikan membantu memperbaiki kondisi dari gangguan medis yang dimiliki oleh masing-masing informan. Akan tetapi, dalam literatur terhadap AS, peneliti tidak menemukan uji klinis tetapi potensi cannabis untuk diterapkan sebagai pengobatan terhadap AS; sedangkan untuk BIP-D, peneliti menemukan 2 literatur tentang studi retrospektif efek terapi dari cannabis terhadap BIP-D dan berbagai literatur yang mendukung potensi cannabis diterapkan sebagai pengobatan terhadap BIP-D.

Cannabis is a psychoactive substance that by Indonesian Government (in the Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika) grouped as a Class 1 Narcotic, which means cannabis could not be used in the health care system. However, there are individuals, as there are in other nations, that using cannabis as a means of medication. The aims of this study are (1) to determine the behavior and the motivation within cannabis-used as an alternative medication based on Theory of Planned Behavior and (2) to determine theoretically whether cannabis could be used as medication or not. This study design is Multiple Case (Embedded) Design and using data collecting methods of in-depth interview (WM), passive-participative observation (OPP), and literature study. There are two informants with two different medical disorders (i.e., Ankylosing Spondylitis [AS] and Bipolar Disorder [BIP-D]). WM & OPP are conducted twice to each informant and literature study is used to answer the second aim of this study. Researcher found that Attitude toward the Behavior (ATB) and Perceived Behavioral Control (PBC) involved in the intention forming of cannabis-used as an alternative medication. Moreover, researcher found that both of informants are performing actual control, in that so the behavior of cannabis-used as an alternative medication not only formed by intention but also by the actual control of it. Within the scope of motivation, researcher found that cannabis-used as an alternative medication are [/because]: (1) to explore others success; (2) conventional medicine[s] did not offer a solution; (3) have high involvement in decision-making; and (4) to avoid toxicity and/or invasiveness from conventional medicine[s]. Each informant perceived cannabis helps improve medical condition. However, the researcher could not find the clinical trial literature of cannabis as an AS medication and only the potential that cannabis have if implemented as an AS medication; whereas for BIP-D, researcher found 2 retrospective studies of cannabis therapeutic effects toward BIP-D and various literatures of cannabis potential if implemented as a medication for BIP-D.

Kata Kunci : cannabis, cannabinoid, ganja, motivation, intention, behavior, theory of planned behavior, medicine, therapy, alternative medicine, complementary and alternative medicine