ANALISIS PENGARUH AGLOMERASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2011-2015
DITA PRATIWI, Anggi Rahajeng, S.E.,M.Ec
2017 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN SVPertumbuhan ekonomi di suatu daerah disebabkan beberapa faktor, salah satunya keuntungan dari aglomerasi industri. Aglomerasi industri akan menyebabkan terkonsentrasinya suatu kegiatan industri. Daerah yang termasuk konsentrasi industri akan memperoleh manfaat, yaitu ekonomi aglomerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah aglomerasi serta besarnya nilai dari aglomerasi yang diperoleh di Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2015. Pendekatan yang digunakan adalah metode estimasi regresi data panel fixed effect menggunakan data seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2015. Untuk mengidentifikasi daerah aglomerasi menggunakan indeks balassa, Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 38 Kabupaten/Kota aglomerasi yang terjadi masih terbilang sedang dengan nilai 2–2,5. Aglomerasi sedang terjadi di Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Kota Pasuruan, dan Kota Mojokerto. Daerah yang tidak terjadi aglomerasi berada di Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Pamekasan, dan Sumenep. Sedangkan daerah yang lain mengalami aglomerasi lemah. Pada Provinsi Jawa Timur aglomerasi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, disebabkan karena nilai dari aglomerasi masih rendah. Sama halnya dengan tingkat partisipasi angkatan kerja, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia. Sedangkan kemiskinan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2015. Kata Kunci : pertumbuhan ekonomi, indeks balassa, aglomerasi, pusat pertumbuhan
Several factors affect economic growth of a region, one of which is the advantage of industrial agglomeration. Industrial agglomeration will lead to the concentration of an industrial activity. Regions that include industrial concentration will benefit, namely, the agglomeration economies. This research aimed to identify the regions of agglomeration and the value of agglomeration obtained in East Java Province in 2011-2015. The approach used was a fixed effect panel data regression estimation method using data of all districts/cities in East Java Province in 2011-2015. Balassa index was used to identify the regions of agglomeration. The results obtained showed that of the 38 Regencies/Cities, the agglomeration that occurred was moderate with the value of 2-2.5. Moderate agglomeration occurred in Pasuruan Regency, Sidoarjo Regency, Mojokerto Regency, Gresik Regency, Pasuruan City, and Mojokerto City. Agglomeration did not occur in Madiun Regency, Magetan Regency, Ngawi Regency, Bojonegoro Regency, Pamekasan Regency, and Sumenep Regency. While other regions experienced weak agglomeration. In East Java, agglomeration had no effect on economic growth, because the agglomeration value was still low, like the labor force participation rate, open unemployment rate, and human development index. While poverty had a negative effect on economic growth of East Java Province in 2011-2015. Keywords: economic growth, Balassa index, agglomeration, growth center
Kata Kunci : economic growth, Balassa index, agglomeration, growth center