Laporkan Masalah

STRATEGI PEMBERDAYAAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI SEBUAH KEKUATAN EKONOMI BERBASIS MASYARAKAT DUSUN SUKUNAN, DESA BANYURADEN, KECAMATAN GAMPING, KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

NADIA AYU SAFITRI, Prof. Dr. Susetiawan, SU

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Mulai tahun 2004 merupakan awal mula munculnya sebuah inovasi terkait sistem pengelolaan sampah yang terdapat di Dusun Sukunan dimana berawal dari permasalahan tidak tersedianya petugas pengangkut sampah membuat seorang warga yaitu Bapak Iswanto berusaha untuk mencari alternatif baru dalam mengelola sampah rumah tangga guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Dusun Sukunan mengandung konsep pemberdayaan masyarakat karena di dalam kegiatannya terdapat keterlibatan aktif masyarakat. Kondisi inilah yang kurang lebih dijadikan warga Dusun Sukunan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya bahkan dari kegiatan tersebut menjadi sebuah peluang ekonomi baru di kalangan masyarakat Dusun Sukunan. Penelitian ini berlokasi di Dusun Sukunan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan guna mendapatkan data mendalam terkait proses dan cara pemberdayaan dalam pengelolaan sampah Dusun Sukunan, sehingga dengan menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini akan melahirkan sebuah strategi pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapakan pada masyarakat luas. Informan dalam penelitian berjumlah 10 orang yang didapatkan melalui teknik purposive dan snowball sampling. Dari kesepuluh informan tersebut terbagi menjadi empat kelompok, yaitu inisiator, pengurus pengelolaaan sampah Dusun Sukunan, Koordinator Kelompok Kerja (POKJA), dan anggota pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan 2 konsep guna mengkerangkai tema penelitian. Konsep tersebut, yaitu konsep pemberdayaan masyarakat dan konsep community based development. Hasil dari penelitian ini bahwasanya strategi pemberdayaan dalam pengelolaan sampah yang terdapat di Dusun Sukunan dilakukan melalui institusionalisasi sistem pengelolaan sampah kepada masyarakat. Dimana institusionalisasi disini dilakukan bukan hanya dengan membuat aturan tertulis yang berisi himbauan, larangan, dan kewajiban masyarakat lebih dari itu sistem pengelolaan sampah berusaha untuk diperkenalkan kepada masyarakat supaya nantinya dapat membentuk sebuah pola baru di dalam masyarakat. Untuk membentuk pola baru tersebut dilakukan melalui proses yang bertahap, dimana tahapan pertama pembentukan sistem, kedua pengembangan pengetahuan, dan ketiga peningkatan keterampilan.

In 2004, Mr. Iswanto was making an innovation related to waste management because he saw that there was a bad waste management in Dusun Sukunan as there were no junk dealers. He was trying to find a new alternative to deal with this problem, then he chose to implementing waste management system with community development as the concept so people in Sukunan can participate actively. This innovation drive them in developing new skills and knowledge to make new economic opportunities in Dusun Sukunan. This research took place in Dusun Sukunan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. This uses qualitative method aiming to gain in-depth information related to the process and the empowerment technique on waste management program, so by using this method, this research can deliver a new strategy of community development that can be implemented to other communities. This research involves 10 informants that obtained by using purposive and snowball sampling. Those informants are divided into 4 groups, they are the inisiator, the administrators of waste management in Dusun Sukunan, the coordinator of Kelompok Kerja (POKJA), and the member of POKJA. This uses 2 concepts, those are community empowerment concept and community based development concept. The result is the empowerment strategy in this waste management in Dusun Sukunan is being implemented by institutionalizing waste management system to people. This method is not just being implemented by writing rules, but also by introducing to people thus can establish new living system. To form new system, they have to come through some steps, first is forming system, second is knowledge develoment, last is enhancing skills.

Kata Kunci : Dusun Sukunan, Sampah, Pemberdayaan Masyarakat, Pengelolaan Sampah, Ekonomi / Dusun Sukunan, waste, community empowerment, waste management, economy

  1. S1-2017-347711-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347711-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347711-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347711-title.pdf