Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENCAPAI KESETARAAN GENDER (Studi tentang Peningkatan Partisipasi Ekonomi Perempuan Dalam Meringankan Beban Ekonomi Keluarga Melalui Model Desa Prima di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)

IWED MULYANI, Dra. Susi Daryanti M,Sc

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Terhalangnya peran perempuan dalam memperoleh kesamaan hak dengan laki-laki telah menjadi persepsi yang melekat pada kehidupan sosial. Perempuan dianggap memiliki keterbatasan kesempatan dari ciri biologisnya. Penelitian ini bertujuan guna melihat sebuah implementasi yang dilaksanakan dalam membantu menangani krisis sosial pada kaum perempuan. Kajian utama yang diulas pada penelitian ini tentunya dari aspek gender, dan indikator perekonomian. Guna menunjukkan keberhasilan dari sebuah proses memandirikan perempuan dalam mencapai kesetaraan. Pemberdayaan perempuan yang selalu menjadi upaya dalam memerangi kemiskinan dan membantu pembangunan sebuah Negara, dengan melihat kemandirian perempuan, serta peningkatan indikator ekonomi dalam membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dan dengan menggunakan pendekatan studi tentang. Informan ditentukan dengan cara purposive sampling dan snowball. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam, serta dokumentasi. Pengujian data dilakukan dengan teknik triangulasi. Lokasi penelitian berada di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Dimana terdiri dari 9 Informan yaitu, Pemerintah selaku pemberi program, pengurus yang membantu keberhasilan program, dan perempuan model desa prima sebagai sasaran program. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya pemberdayaan perempuan Model Desa Prima memang mengalami perubahan sedikit-demi sedikit, dan membantu meningkatkan kemandirian perempuan di Desa ini. Dengan begitu tentu program ini dapat dikatakan berhasil. Akan tetapi pembagian program belum dapat dikatakan adil, hal ini dilihat dari pembagian program yang hanya dibagikan kepada perempuan yang telah memiliki embrio usaha. Tentu dalam hal ini perempuan yang tidak memiliki usaha belum dapat menerima program Model Desa Prima. Artinya keberhasilan program ini belum dapat dikatakan optimal, sebab belum mampu merangkul keselurahan perempuan yang harusnya dimandirikan, dengan kata lain perempuan yang kurang beruntung.

Social construction makes women have their difficulties on getting their rights as the same as men. Women are considered to have limited chance to get their rights because of their characteristics. This study aims to see an implementation that carried out to handle social crisis that facing women in particular. This study focus on analysing by using gender aspect and economic indicators. Those aspect and indicators are being used in order to demonstrate the success of a process in achieving equality of women's independence. Women empowerment is being one of the way people to decrease poverty and increase the development of a country, by seeing the idependence of women and enhancement of economic sector in order to help their family. Even when women have the same rights as men in their country, they are still not able to put to use their rights as open as men. This encourage the researcher to browse the empowerment of women are pursued by the Government in helping safing people, and for the progress of the development of the Country. This research is using a qualitative research method and by using descriptive qualitative approach. The informant is determined by purposive sampling and snowball sampling. This research was done by doing observation and in-depth interviews. This research takes place in Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta. The researcher took 9 samples. They are the Government, as the program provider, the caretaker, the successor of the program, and women who recieve this program. The results from the research showed that Model Desa Prima Program makes a change on women and makes them more independent, therefore this program was successful. However, the distribution of this program can not be said to be fair. It can be seen from the distribution of this program that only being distributed to women who already have business. This means that this program is not optimal, because women who do not have business can not get this program, even they are more need than others.

Kata Kunci : Pemberdayaan, Kesetaraan Gender, Model Desa Prima. / Empowerment, Gender Equality, Model Desa Prima.

  1. S1-2017-347752-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347752-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347752-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347752-title.pdf