Laporkan Masalah

STRATEGI SEKURITISASI KOREA SELATAN: PENEMPATAN TERMINAL HIGH ALTITUDE AREA DEFENSE (THAAD) DI TENGAH PROTES CINA

ANNISA NUR RAHMATIKA, Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A.

2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Persoalan senjata nuklir Korea Utara, tetap menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga, terutama Korea Selatan. Selama beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah beberapa kali melakukan percobaan nuklir dan peluncuran misil. Intensitas percobaan ini meningkat drastis pasca Kim Jong-un menjadi Supreme Leader menggantikan Kim Jong-il. Upaya untuk menghentikan program nuklir Korea Utara telah banyak dilakukan. Namun, upaya ini tidak berhasil karena Korea Utara menolak untuk membicarakan persoalan terkait senjata nuklir yang dimiliki. Salah satu dialog tersebut adalah Six Party Talks yang berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan. Berakhirnya dialog tersebut mengakibatkan tidak ada upaya lain untuk mengehentikan program nuklir Korea Utara. Korea Selatan pada akhirnya memutuskan untuk menempatkan sebuah sistem pertahanan untuk melindungi dari kemungkinan serangan Korea Utara. Sistem pertahanan tersebut adalah Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). THAAD diharapkan akan mampu menjadi pelindung wilayah Korea Selatan jika tiba-tiba terjadi serangan. Namun penempatan ini kemudian mendapat tentangan dari Cina, yang tidak lain adalah sekutu Korea Utara. Cina menentang THAAD karena beranggapan bahwa sistem ini justru akan menjadi permasalahan keamanan bagi negaranya. Cina juga menyatakan bahwa jika Korea Selatan tetap melaksanakan kebijakan tersebut maka akan muncul konsekuensi. Meski mendapat protes, Korea Selatan tetap menempatkan THAAD di wilayahnya. Hal ini kemudian memunculkan sebuah pandangan mengenai prioritas Korea Selatan terkait keamanan nasional dan hubungan antar negara.

North Korea's nuclear weapons issue remains a threat to neighboring countries, especially South Korea. Over the past few years, North Korea has conducted several nuclear tests and missile launches. The intensity of this experiment increased dramatically after Kim Jong-un became Supreme Leader replacing Kim Jong-il. Attempts to stop North Korea's nuclear program have been widely implemented. However, this effort did not work because North Korea refused to discuss issues related to nuclear weapons. The dialogue was the Six Party Talks that end without a deal. The end of the dialogue resulted in no other attempt to bring North Korea's nuclear program to a halt. South Korea eventually decided to put a defense system to protect against a possible North Korean attack. The defense system is the Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). THAAD is expected to be able to become a protector of the South Korean region if a sudden attack occurs. But this placement was then subjected to opposition from China, which was none other than a North Korean ally. China opposes THAAD for assuming that this system would be a security issue for its country. China also states that if South Korea continues to implement the policy there will be consequences. Despite protests, South Korea still puts THAAD in its territory. This then led to a view of South Korea's priority on the matter.

Kata Kunci : Nuklir Korea Utara, keamanan nasional, THAAD, hubungan bilateral, North Korea's nuclear, national security, THAAD, bilateral relations

  1. S1-2017-349888-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349888-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349888-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349888-title.pdf