Pengaruh Pelatihan Pengkajian Fisik Dengan Pendekatan ABCDE Terhadap Pelaksanaan Pengkajian Fisik Keperawatan Di Ruang HCU RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
SOVIYANI, Eri Yanuar A B S., S.Kep., Ns., M.N.Sc. (IC);Darsih., S.Kep., Ns., M.Kep
2017 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Pengkajian fisik dengan pendekatan ABCDE adalah pengkajian yang dilakukan kepada pasien yang mengalami kondisi kritis dan pada pasien yang mengalami cedera. Pasien yang di rawat di ruang HCU juga membutuhkan pengkajian fisik dengan pendekatan ABCDE akan tetapi belum pernah dilakukan pelatihan pengkajan fisik dengan pendekatan ABCDE di ruang HCU RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Tujuan Peneleitian: untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengkajian fisik dengan pendekatan ABCDE terhadap pelaksanaan pengkajian fisik keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest post test design. Partisipan pada penelitian ini merupakan perawat yang bekerja di ruang HCU RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebanyak 11 orang. Instrumen yang digunakan adalah pertanyaan tentang latar belakang demografis dan pertanyaan yang berkaitan dengan pengkajian fisik ABCDE berupa pertanyaan terbuka. Hasil penelitian dianalisis menggunakan paired t-test untuk mengetahui perubahan pelaksanaan pengkajian fisik dengan pendekatan ABCDE sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pengkajian fisik dengan pendekatan ABCDE. Hasil: hasil rata-rata pelaksanaan pengkajian fisik dengan pendekatan ABCDE sebelum pemberian intervensi berupa pelatihan sebesar 9,1% dan setelah pemberian intervensi menjadi 54,5%. Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah intervensi pelatihan pengkajian fisik dengan pendekatan ABCDE (p<0,001). Kesimpulan: Pelatihan pengkajian fisik dengan pendekatan ABCDE berpengaruh terhadap pelaksanaan pengkajian fisik keperawatan.
Background of study: Physical assessment with the ABCDE approach is an assessment perfomed on patients with critical conditions and injured. Patients treated in the HCU room also need physical assessment with ABCDE approach, but no physical training has been conducted with ABCDE approach in the HCU room at Dr. Sardjito Hospital. Objective: To analyze the effect of training physical assessment with ABCDE approach to Implementation Of Nursing Physical Assessment. Method: This research uses quasi experiment method with design one group pretest post test design. The participants of this research are 11 nurses who worked in the HCU at Dr. Sardjito Hospital. The instrument used is a questions of demographic background and questions related to ABCDE physical assessment of open questions. The research result is analyzed using paired t test to know change of physical assessment implementation with ABCDE approach before and after physical training with ABCDE approach. Result: The average score result of the implementation physical assessment with ABCDE approach before giving intervention is 9,1% while after given the intervention to 54,4%. There were significant differences before and after physical training intervenstions with ABCDE approach (<0,001). Conclusion: The intervension of training physical assessment with ABCDE approach has an affect on the implementation of nursing physical assessment.
Kata Kunci : Perawat Kritis, Pengkajian Fisik, High Care Unit, Pelatihan/Critical Nurses, Physical assessment, High Care Unit, Training.