ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL)
DINDA MUTIARA PUTRI, Dra. Wahyu Hidayati, M. Si
2017 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN SVTujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan dan melihat perkembangan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantul tahun 2006 sampai 2015. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah Laporan Realisasi Anggaran tahun 2006 sampai 2015, selanjutnya data akan dianalisis dengan menggunakan lima rasio keuangan yaitu rasio kemandirian, rasio derajat desentralisasi, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian belanja dan untuk melihat perkembangan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah dengan menggunakan analisis trend. Hasil analisis data menyebutkan bahwa kinerja keuangan Kabupaten Bantul yang belum baik yaitu diaspek kemandirian yang masih sangat rendah dengan pola hubungan instruktif, rasio derajat desentralisasi yang menggambarkan kontribusi PAD dari total pendapatan daerah masih kurang, rasio efisiensi belanja dengan kriteria kurang efisien, rasio efektivitas berdasarkan APBD sangat efektif, rasio keserasian belanja yang menjelaskan bahwa belanja operasi lebih diprioritaskan dibandingkan dengan belanja modal, dan hasil analisis trend yang positif artinya mengalami peningkatan pertumbuhan yang sangat baik setiap tahunnya.
This writing aimed to analyze the financial performance and see the development of locally-generated revenue of Bantul Regency in 2006 to 2015. The data used in this writing were the Budget Realization Reports in 2006 to 2015, then the data were analyzed using five financial ratios, namely: autonomy ratio, degrees of decentralization ratio, effectiveness ratio, efficiency ratio, expenditure synergy ratio and to see the development of locally-generated revenue using trend analysis. The results of data analysis showed that: the financial performance of Bantul Regency has not been good in the aspect of autonomy which is still very low with instructive relationship pattern; the degrees of decentralization ratio which shows the contribution of locally-generated revenue from the total regional revenue is still low; the expenditure efficiency ratio with less efficient criteria; the effectiveness ratio based on regional budget is very effective; expenditure synergy ratio explaining that operating expenditures are more prioritized than capital expenditures; and positive trend analysis results mean having an excellent growth every year.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Kemandirian Daerah