Laporkan Masalah

Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta

WENNY WIDYASTUTI, Dr. Susi Ari Kristina, M. Kes., Apt.

2017 | Skripsi | S1 FARMASI

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Salah satu penyebab gagalnya kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi adalah rendahnya kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan secara cross-sectional. Responden sejumlah 96 orang dengan kriteria inklusi pasien dengan diagnosis hipertensi dengan/tanpa penyakit penyerta, menerima setidaknya satu obat antihipertensi selama minimal satu tahun, dan berusia ≥ 50 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kepatuhan diukur dengan instrumen Morisky Medication Adherence Scale-8. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan Chi-square. Pada penelitian ini, responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (63,5%), berusia antara 66-70 tahun (40,6%), memiliki status pendidikan rendah (58,3%), tidak bekerja (69,8%), dan memiliki akses yang baik menuju puskesmas (75,0%). Faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah status pendidikan (p=0,028), durasi hipertensi (p=0,026), tingkat pengetahuan tentang hipertensi (p=0,002), dukungan tenaga kesehatan (p=0,000), dan motivasi berobat (p=0,029). Sedangkan faktor yang tidak memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah jenis kelamin, status pekerjaan, keterjangkauan akses pelayanan kesehatan, dan dukungan keluarga (p>0,05). Alasan ketidakpatuhan pengobatan responden adalah lupa (31,34%), kurang pemahaman terhadap tujuan pengobatan (11,94%), kurang pemahaman terhadap efektivitas pengobatan (10,45%), takut akan ketergantungan (10,45%), efek samping obat (10,45%), kurang dukungan dari keluarga (8,95%), perjalanan (8,95%), dan tidak puas terhadap pengobatan (7,46%). Kata kunci: hipertensi, kepatuhan, Morisky Medication Adherence Scale-8.

Hypertension is a chronic disease that requires long-term treatment. One of the causes of failure of blood pressure control in hypertensive patients is low medication adherence. This study aims to determine the factors that influence treatment adherence in hypertensive patients at Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. The study was conducted cross-sectionally. Respondents are 96 people with inclusion criteria of patients with a diagnosis of hypertension with/without comorbidity, receiving at least one antihypertensive drug, and aged ≥50 years. The data were collected by using questionnaire. Adherence is measured by Morisky Medication Adherence Scale-8 instrument. Data were analyzed using univariate test, Chi-square. In this study, respondents were mostly female (63.5%), aged 66-70 years (40.6%), had low education status (58.3%), did not work (69.8%), and had good access to Puskesmas (healthcare) (75.0%). Factors influencing medication adherence were education status (p = 0,028), duration of hypertension (p = 0,026), level of knowledge about hypertension (p = 0,002), support of health provider (p = 0,000), and medication motivation (p = 0,029). While factors that did not affect treatment adherence were gender, employment status, affordability access to health care, and family support (p> 0.05). It is also known that the factors causing noncompliance of the respondent treatment were forgotting (31,34%), lack of understanding of need of medication (11,94%), lack of understanding of effectiveness of medication (10,45%), fear of getting used to medication (10,45%), side effects (10.45%), lack of support system (8.95%), travelling (8.95%), and dissatisfaction with treatment (7.46%). Keyword: hypertension; adherence, Morisky Medication Adherence Scale-8.

Kata Kunci : hipertensi, kepatuhan, Morisky Medication Adherence Scale-8.

  1. S1-2017-349146-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349146-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349146-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349146-title.pdf