Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA BODY CONDITION SCORE DENGAN BERAT BADAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA PADA STATUS LAKTASI BERBEDA DI BBPTU-HPT BATURRADEN

GHEA CARISSA SOCADIPA, Prof.Dr.Ir. Budi Prasetyo W., DESS.,DEA ; Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body condition score dengan berat badan dan produksi susu pada kambing Peranakan Ettawa pada status laktasi yang berbeda di BBPTU-HPT Baturraden. Kambing yang digunakan sebanyak 9 ekor pada status akhir kebuntingan. Pengambilan data meliputi body condition score, berat badan, konsumsi pakan dan nutrien dan produksi susu. Pengambilan data dilakukan pada akhir kebuntingan, post partus, puncak laktasi, pertengahan laktasi dan menjelang kering. Data dianalisis secara deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Searah untuk melihat perbedaan body condition score dan berat badan. Korelasi antara BCS dengan berat badan kambing dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) pada body condition score dan berat badan pada setiap status laktasi. Body condition score saat puncak laktasi yaitu 3,3±0,5 menurun menjadi 3,0±0,5 pada masa menjelang kering. Berat badan pada puncak laktasi 55,4±7,0 kg menurun menjadi 53,5±7,3 kg saat menjelang kering. Puncak produksi susu terjadi pada minggu kedua yaitu 1040,4± 477,2 ml/ekor/hari. Rata rata konsumsi BK meningkat saat puncak laktasi berdasarkan berat badan adalah 26,34±4,74 g/kg BB dan meningkat menjadi 27,27±4,73 g/kgBB saat menjelang kering. Body condition score pada saat akhir bunting (R= 0,092), puncak laktasi (R=0,709), pertengahan laktasi (R=0,807) dan menjelang kering (R=0,903) memiliki hubungan yang kuat dengan berat badan kambing. Body condition score pada saat post partus (R=0,488) memiliki hubungan yang lemah yang tidak nyata dengan berat badan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa nilai body condition score memiliki hubungan yang kuat dengan berat badan pada kambing PE di setiap status laktasi berbeda

The research aimed to invistigate the relationship between body condition score and body weight and milk production of different lactation status of Ettawa crossbreed goat in BBPTU-HPT Baturraden. Data were collected from 9 pregnant goats.The data consisted of body condition score, body weight, feed and nutrient intakes, milk production were collected by obsevation and measurement. Data were collected in the end of pregnancy, post partus, peak lactation, mid-lactation and dry period. Data were analyzed by descriptive method to calculate average and standart deviation. One-way Anova to analyze body condition score and body weight in the different lactation status. Corelation between body condition score and body weight was analyzed using simple linear regressions. The result showed a significantly change in body condition score and body weight on each lactation status. Body condition score decreased during the peak of lactation of 3.3 ± 0.5 to 3.0 ± 0.5 in the beginning of dry period. The decline also occurred in body weight at the peak of lactation 55.4 ± 7.0 kg to 53.5 ± 7.3 kg in the begining of dry period. Peak of milk production occured in second weeks was 1040.4± 477.2 ml/head/day. Average of dry matter intakes increased during the peak lactation, it was 26.34±4.74 g/kg BW and increased again in begining of dry period into 27.27±4.73 g/kgBW. Body condition score at the end of pregnancy (R= 0.927), peak lactation(R=0.709), mid-lactation (R=0.807) and the begining of dry period (R=0.903) has a strong relationship with body weight of goats. Body condition score in post partus (R=0.488) has a low relationship which a not significant effect with body weight of goats. In summary, there was a strong relationship between body condition score with body weight of Ettawa crossbreed goat in each different lactation status.

Kata Kunci : Body condition score, body weight, Goat Ettawa Crossbreed, lactation status