Laporkan Masalah

REGENERASI PETANI TANAMAN PANGAN DI DAERAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN KABUPATEN GROBOGAN

SRI BINTANG PAMUNGKASLARA , Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Petani semakin lama mengalami penuaan dan membutuhkan regenerasi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mendeskripsikan proses regenerasi petani tanaman pangan daerah perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Grobogan, 2) mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap proses regenerasi petani di daerah perkotaan dan perdesaan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif dan teknik deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Pengambilan sampel kecamatan, Kelurahan/Desa, kelompok tani dilakukan secara purposive sampling, sedangkan sampel petani dilakukan secara acak sederhana. Data primer diambil menggunakan kuesioner dengan total sampel berjumlah 40 petani responden di daerah perkotaan dan 40 petani responden di daerah perdesaan di Kabupaten Grobogan. Penyajian data dengan tabel persentase dan tabel hasil pengolahan menggunakan software SPSS versi 19. Data sekunder digunakan untuk membantu dalam proses penentuan pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proses regenerasi petani yang direpresentasikan dalam bentuk dorongan orang tua (petani operator) kepada keturunannya (anak petani) untuk melanjutkan kegiatan usahatani yang terbagi ke dalam 4 variabel dorongan yaitu dorongan petani kepada anaknya dalam memberikan pesan kepada anaknya untuk melanjutkan kegiatan usahatani, dorongan petani dalam melibatkan anaknya untuk membantu dalam kegiatan usahatani, dorongan petani dalam memberikan pesan kepada anaknya untuk senang dan mencintai kegiatan pertanian, dan dorongan petani dalam mengajarkan kepada anaknya bahwa pekerjaan petani merupakan pekerjaan yang mulia. Masing-masing petani baik di daerah perkotaan dan di daerah perdesaan mempunyai kecenderungan untuk melakukan dorongan untuk keempat variabel dorongan, kecuali untuk variabel pertama di daerah perdesaan yang cenderung enggan melakukan dorongan.Variabel bebas yang berpengaruh terhadap dorongan pertama di perkotaan adalah penguasaan lahan sedangkan di perdesaan tidak ada yang berpengaruh signifikan. Dorongan kedua di perkotaan tidak ada sedangkan di perdesaan adalah penglaman dalam berusahatani. Hal yang sama juga terjadi di perkotaan untuk variabel yang berpengaruh terhadap dorongan ketiga dan keempat, sedangkan di perdesaan untuk variabel yang berpengaruh terhadap dorongan ketiga adalah modal dan untuk dorongan keempat adalah biaya awal masuk pertanian dan pendapatan dari pekerjaan sektor lain.Variabel yang mempengaruhi proses regenerasi petani secara komposit di daerah perdesaan adalah variabel pendapatan dari pekerjaan sektor lain sedangkan di daerah perkotaan tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan.

Farmers are getting older, hence the need for regeneration. Thus, this research's objectives are: 1) to describe the process of farmer regeneration in agriculture crops sector in urban and rural areas of Grobogan Regency; 2) to identify variables affecting farmer regeneration process in the area. This research used survey method with quantitative approach and descriptive technique. Data used were primary and secondary types. The sampling in each village, district and farmer group were taken purposively. Meanwhile sampling process of the farmers was random. Primary data was taken through questionnaire of 40 respondents in urban and 40 respondents in rural areas of Grobogan regency. The data presentation was shown by percentage and processed result tables using SPSS version 19 software. Secondary data was adopted to help sampling process. Result demonstrated the difference among regeneration process of farmer which represented in from of farmer's encouragement to their own children to continue farming which classified into 4 variables of encouragement : 1) farmers' support to their own children to continue farming; 2) farmers' effort to involve their children in farming procedures; 3) farmers' aspiration to motivate the heirs to love farming, and; 4) their notion to describe farming as dignified work to attract youth. Each of these farmers in both urban and rural areas have a tendency to do the pushing for the four variables of encouragement, except for the first variable in rural areas are less likely to do the pushing. Influencing factor of First Encouragement in urban is land tenure, meanwhile similar factor does not significantly apply in rural. Second Encouragement in urban does not involve any influencing factor, however in rural farming experience does matter. Similar factor applied to Third and Forth Encouragement in urban. Whereas, in rural, Third Encouragement is capital. Fourth Encouragement are farming opening fees and comparative revenues from other occupations. Influencing factor of composite regeneration process in rural is revenues from other occupations, meanwhile,there are no factors that have a significant effect in urban areas.

Kata Kunci : proses regenerasi petani, variabel yang berpengaruh

  1. S1-2017-330982-abstract.pdf  
  2. S1-2017-330982-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-330982-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-330982-title.pdf