CALVING INTERVAL DAN SERVICE PER CONCEPTION PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN BLORA DAN GROBOGAN TAHUN 2015
FARIH FAUZI, Dr. drh. Surya Agus Prihatno, M.P.
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPenelitian ini bertujuan untuk menilai performa sapi potong di Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan yang difokuskan kepada calving interval, service per conception dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Manfaat penelitian diharapkan sebagai sumber informasi yang digunakan sebagai masukan dan evaluasi kepada peternak dan Dinas Peternakan dalam upaya meningkatkan performa reproduksi sapi potong induk di Kabupaten Blora dan Grobogan. Penelitian ini menggunakan masing-masing 40 sapi potong betina produktif dalam keadaan sehat yang telah di Inseminasi Buatan (IB) di setiap kabupaten. Metode penelitian yang dipakai adalah metode rambang sederhana dengan menggunakan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan calving interval di Kabupaten Blora adalah 478,25 hari ± 42.7 dan Kabupaten Grobogan 489,725 hari ± 31.8 sedangkan service per conception adalah 2,8 dan 2,975. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah bahwa calving interval dan service per conception di kedua kabupaten belum ideal.
This research aim to assess the performance of beef cattle in Blora and Grobogan districts that focus on calving intervals, service per conception and factors that influence. The benefits of research are expected to be the source of information used as input and evaluation to farmer and Animal Husbandry Department in an effort to improve the reproductive performance of beef cattle in Blora dan Grobogan districts. This research used 40 productive female beef cattle in healthy statue that has been inseminated artificially in each districts. The research method used is simple random sampling by using in descriptive data analysis. The result showed that calving intervals in Blora district was 478.25 days ± 42.7 and Grobogan district was 489.725 days ± 31.8 while service per conception was 2.8 ± 0.987 and 2.975 ± 0.974 respectively. The conclusion of the research result is that calving intervals and service per conception in both district is not ideal yet.
Kata Kunci : calving interval, service per conception, sapi potong