Laporkan Masalah

Problematika Dalam Upaya Perlindungan Korban Perdagangan Orang di Indonesia (Studi Kasus terhadap Perdagangan Nelayan dan/atau Anak Buah Kapal Asing yang Bekerja pada PT. Pusaka Benjina Resources di Pulau Benjina, Maluku)

BABTISTA VARANI AKW, Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M.

2017 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Perdagangan orang merupakan suatu tindak pidana sekaligus suatu bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang masih kerap terjadi di Indonesia walaupun telah terdapat instrumen hukum internasional maupun instrumen hukum nasional yang melarang dan dibentuk untuk mencegah serta menanggulangi praktik tersebut. Salah satu kasus perdagangan orang terbesar di Indonesia dan mendapat sorotan luas dari dunia internasional adalah perdagangan nelayan dan/atau ABK asing yang bekerja pada PT. Pusaka Benjina Resources di Pulau Benjina, Maluku tahun 2015 silam (kasus Benjina). Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah upaya perlindungan korban dalam kasus tersebut, khususnya yang dilakukan oleh organisasi internasional dan lembaga lain yang relevan telah memenuhi bentuk perlindungan dan hak korban yang diatur dan dilindungi dalam instrumen hukum yang berlaku beserta tantangan atau hambatan yang ditemui selama upaya perlindungan korban tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa walaupun menemui beberapa tantangan atau hambatan, namun upaya perlindungan korban kasus Benjina telah dilakukan secara cukup maksimal, di mana para korban telah memperoleh sebagian besar perlindungan dan haknya yang diatur dan dilindungi dalam intrumen hukum yang berlaku. Hak atas restitusi adalah satu-satunya hak yang hingga saat ini belum dapat dinikmati oleh korban.

Trafficking in persons is a crime as well as a form of violation of human rights that is still occurring in Indonesia despite the fact that instruments of international law and Indonesian national law has been put into effect to prevent and overcome these practices. One of the major case of trafficking in persons in Indonesia which drew the international community‟s attention was the trafficking of foreign fishermen and seafarers who had worked for PT. Pusaka Benjina Resources in Benjina Island, Moluccas in 2015 (Benjina Case). This legal research aims to analyze and to find out if the efforts made to protect the victims of the crime in question, particularly those which were carried out by international organizations and other related institutions, had been adequate enough to comply with standards of protection of rights of the victims as stipulated by law, and also to observe the obstacles faced during the period of carrying out the efforts. Based on the research that has been done, it is safe to conclude that despite several number of obstacles, the attempts to protect the victims of the Benjina Case were carried out exceptionally well, in which the victims had accordingly received most of the protection items and rights bestowed on them by law. The only thing yet to be given to the victims is the right to restitution.

Kata Kunci : perdagangan orang, perlindungan korban perdagangan orang, kasus Benjina, organisasi internasional, lembaga / trafficking in persons, protection of victims of trafficking in persons, Benjina case, international organization, institution

  1. S1-2017-351876-abstract.pdf  
  2. S1-2017-351876-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-351876-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-351876-title.pdf