Laporkan Masalah

STRATEGI BERTAHAN HIDUP BURUH INDUSTRI RUMAH TANGGA ( STUDI BURUH SOUN DI SENTRA INDUSTRI PATI ONGGOK DESA DALEMAN, KECAMATAN TULUNG, KABUPATEN KLATEN )

TITAH QURAHMAH, Dr. Tri Winarni Soenarto Putri, S.U.

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Membahas isu ketenagakerjaan dan pengangguran masih selalu menjadi topik yang menarik untuk diteliti. Salah satu alternatif yang yang mampu untuk meredam semakin tingginya jumlah pengangguran di Indonesia adalah dengan hadirnya sektor informal. Sektor informal merupakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang sulit untuk mengakses pekerjaan-pekerjaan di sektor formal dikarenakan jumlahnya yang terbatas dan masih rendahnya tingkat pendidikan yang dimiliki. Salah satu jenis pekerjaan yang di sektor informal yang dapat ditemui di daerah pedesaan adalah bekerja menjadi buruh industri rumah tangga, menjadi buruh soun merupakan salah satu contohnya. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih karena dianggap mampu untuk menjelaskan fenomena penelitian secara kompleks dan mendalam. Dipilihnya buruh soun sebagai obyek dari penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan peneliti untuk mengatahui bagaimana cara yang dilakukan oleh buruh soun untuk tetap bisa mempertahankan hidup mereka . Proses penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu : sebelas orang buruh sebagai informan utama, dua orang pemilik usaha, satu orang staf kelurahan, dan satu orang warga sekitar yang dituakan di desa setempat. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas buruh yang bekerja pada industri soun merupakan seorang kepala rumah tangga yang telah memiliki tanggungan keluarga. Mereka memilih untuk bekerja di industri soun dikarenakan sulit untuk mencari pekerjaan lainnya di desa, sedangkan bertani saat ini hasilnya tidak dapat memberikan hasil yang pasti dan membutuhkan waktu yang lama. Namun dikarenakan upah yang didapatkan dari menjadi buruh masih belum cukup untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan yang dimiliki, maka mereka akan melakukan berbagai macam strategi untuk tetap bisa mempertahankan hidupnya. Untuk bisa mempertahankan keberlangsungan hidupnya buruh soun melakukan berbagai macam upaya, yang diantaranya adalah : mengurangi pengeluaran, memanfaatkan sumber daya yang terdapat dalam rumah tangga, memanfaatkan hubungan timbal balik dalam jaringan sosial, mencari pekerjaan sampingan, dan yang terakhir adalah dengan cara memanfaatkan program-program bantuan. Peneliti melihat bahwa cara-cara tersebut dilakukan oleh buruh soun tidak hanya merupakan upaya mereka untuk tetap bisa mempertahankan hidup, namun juga bentuk tindakan yang telah dipilih dan dipertimbangkan secara sadar sebagai alternatif yang dapat dilakukan. Dari hasil yang didapatkan peneliti mencoba untuk mencocokannya dengan teori tindakan rasional,yang pada akhirnya diketahui bahwa strategi-strategi yang dilakukan tersebut merupakan bentuk dari tindakan rasional instrumental, tindakan berorientasi nilai, dan tindakan afektif. Walaupun buruh soun telah memiliki strategi yang dilakukannya untuk bisa mempertahankan hidupnya, namun tetap diperlukan perhatian khusus yang juga yang seharusnya di berikan terkait beberapa aspek seperti jaminan keselamatan kerja dan juga perlindungan sosial.

Discussing employment and unemployment issues has always been an interesting topic for research. One alternative that is able to reduce the increasing unemployed number in Indonesia is by the presence of informal sector. Informal sector represents employment opportunities for workers who find it difficult to access formal sector due to the limited number of workers and low education level. One type of work in informal sector that can be found in rural areas is to work as a home industry worker (labourer), such as glass noodle labourers. Descriptive qualitative method was used which is considered capable to explain the research phenomenon in complex and in-depth way. Glass noodle labourer was selected as the object of this research due to the researcher desire to know how the way glass noodle labourers do to survive their lives. Informant determining process was done by using purposive sampling i.e., eleven labourers as main informant, two business owners, an urban staff, and a village resident. Data collection techniques used through observation, interviews, and documentation. The results showed the majority of labourers who work in glass noodle industry is a head of household that already have family dependents. They choose to work in glass noodle industry because it is difficult to find another jobs, while farming nowdays cannot provide definite results and it takes a long time. They will do vary strategies to keep them survive due to the wages earned cannot fully covered the family needs. Those strategies are reducing expenses, utilizing household resources, utilizing reciprocal relation in social networks, finding side jobs, and utilizing programs from goverment or other party. Those strategies are not the only way to keep them survive, but also the action form that has been chosen and consciously considered as a viable alternative. The researcher tries to match the results with the rational action theory, which is known that the undertaken strategies are forms of instrumental rational action, value-oriented action, and affective action. Although glass noodle labourers already have survival strategies, they still needs special attention in other aspect such as safety assurance and social protection.

Kata Kunci : Buruh Soun, Srategi Bertahan, Tindakan Rasional

  1. S1-2017-347723-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347723-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347723-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347723-title.pdf