MAKNA PUISI AL-MAZBAHATUDALAM ANTOLOGI AL-MAJMU'AH ASY-SYI'RIYYAH KARYA AHMAD MATAR: ANALISIS SEMIOTIK
MUHAMMAD SYAFIQ L N, Dr. Hindun M. Hum.
2017 | Skripsi | S1 SASTRA ARABPenelitian ini memuat analisis puisi karya Ahmad Matar, penyair berkebangsaan Irak, yang berjudul al-Mazbahatu dalam antologi al-Majmu'ah asy-Syi'riyyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna puisi al-Mazbahatu, mengingat bahwa karya sastra merupakan sistem tanda yang mempunyai makna. Penelitian ini menggunakan teori semiotik. Adapun metode yang digunakan metode semiotik yang ditawarkan oleh Riffaterre, yaitu ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik yang terdiri dari pembacaan heuristik dan pembacaan hermenutik. Hasil analisis menyimpulkan bahwa penguasa yang melakukan kezaliman kepada rakyat mengakibatkan berbagai penderitaan. Bentuk-bentuk kezaliman itu adalah membatasi kebebasan rakyat dalam memperjuangkan hak, memfitnah rakyat sebagai pelaku pencurian sumber daya alam, kebijakan yang menguntungkan pihak asing, dan kesewenang-wenangan penguasa terhadap rakyatnya. Adapun bentuk penderitaan yang dialami oleh rakyat adalah kemiskinan, kelaparan, hilangnya kehidupan yang nyaman dan aman, serta kehilangan tempat tinggal. Kezaliman yang disebutkan dalam puisi ini menggambarkan kezaliman yang terjadi di Irak pada masa pemerintahan Saddam Hussain. Dikatakan demikian karena Ahmad Matar adalah penyair Irak dan seorang jurnalis yang mengungkapkan konflik antara penguasa dan rakyat. Kezaliman yang dilakukan penguasa kepada rakyat seperti di atas dapat terjadi di berbagai tempat, wilayah, negara di seluruh dunia. Karena seorang penguasa yang zalim akan melakukan berbagai cara untuk melindungi kekuasaan dan kepentingannya.
This research contains an analysis of a poetry by Ahmad Matar, an Iraqi poet, entitled al-Mazbahatu in the anthology of al-Majmu'ah asy-Syi'riyyah. This research aims to express the meaning of poetry al-Mazbahatu as literature work is a sign system that has meaning. The theory used for this research is semiotic theory. This research method used semiotic method which is offered by Riffaterre. This method consists of 2 steps; indirect expression observation and semiotic reading that consist of heuristic and hermeneutical reading. The result of the analysis concluded that, the authorities do injustice to the people that caused miseries. The forms of tyranny are to limit the freedom of the people in fighting for rights, slandering the people as thief of natural resources, policies that favor foreigners, and the arbitrariness of the authorities against their people. Due to the dictatorship, people experienced poverty, hunger, loss of a comfortable and peaceful, and the loss of shelter. The tyranny mentioned in this poem illustrates the injustice that occurred in Iraq during the government of Saddam Hussein. Ahmad Matar is an Iraqi poet and a journalist who always reveals the conflict between the ruler and the people. The tyranny as mentioned above can occur in various places, regions, and countries around the world. An unjust ruler will do various ways to protect his power and interests.
Kata Kunci : Kata kunci: Ahmad Matar, semiotik, makna puisi, kezaliman.