Laporkan Masalah

BIAYA DAN MARGIN PEMASARAN SAPI POTONG DARI PETERNAK SAMPAI KE KONSUMEN DI KABUPATEN SLEMAN

PUPUT INDAH WARDANI, Dr. Ir. Rini Widiati, MS. ; Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya produksi dan pemasaran, margin pemasaran sapi SimPO, LimPO dan PO dari produsen sampai ke konsumen daging sapi. Penelitian dilakukan mulai bulan Oktober 2016 sampai Februari 2017 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Materi penelitian ini terdiri atas 26 peternak sebagai produsen yang dipilih secara sengaja di kelompok Purwo Mulyo dan Sedyo Makmur dan 3 jagal sebagai konsumen sapi di pasar sekaligus melakukan fungsi perubahan bentuk dari sapi siap potong menjadi daging sapi melalui RPH, yang selanjutnya dipasarkan ke konsumen akhir. Perhitungan biaya produksi dan pemasaran berdasarkan biaya yang dikeluarkan lembaga pemasaran seperti peternak dan jagal. Perhitungan margin pada lembaga pemasaran menggunakan rumus selisih antara harga produk dari lembaga pemasaran satu dikurangi harga produk dari saluran pemasaran berikutnya. Selanjutnya dilakukan analisis perbedaan margin pemasaran sapi LimPO, SimPO dan PO pada setiap lembaga pemasaran menggunakan uji one way anova, kemudian diuji lanjut dengan uji ducan multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi dan pemasaran yang dikeluarkan peternak untuk sapi SimPO, LimPO dan PO per ekor selama pemeliharaan adalah Rp 3510.875,00, Rp 2.857.550,00 dan Rp 1.723.416,00. Biaya produksi dan pemasaran yang dikeluarkan jagal untuk sapi SimPO, LimPO dan PO per ekor selama satu hari adalah Rp 590.653,00, Rp 597.933,00dan Rp 577.208,00. Margin pemasaran yang diperoleh peternak sapi SimPO dan LimPO berbeda nyata dengan sapi PO (p<0,05). Margin pemasaran sapi SimPO, LimPO dan PO yang diperoleh di jagal tidak berbeda nyata.

This research was aimed to determine the production cost and marketing margin of SimPO, LimPO and PO cattle from farmers to consumers. The study was conducted from October 2016 to February 2017 in Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. The farmers in Purwo Mulyo and Sedyo Makmur group as producer and butchers as consumer in the market who changed the form of the cattle into beef, which later sold to the final consumers. Twenty six farmers and three butcher were used in this research. The farmers were selected purposively. Production and marketing costs were calculated based on the expended cost by marketing organization such as farmers and buthcer. Marketing margin was calculated from difference of production cost from the first marketing organization with next marketing organization. Data were analyzed using One Way Anova then continue using Duncans Multiple Range Test. The result showed that average production and marketing cost which produced by farmers for SimPO, LimPO, and PO Cattle were Rp 3.510.875,00, Rp 2.857.550,00 and Rp 1.723.416,00, and the production and marketing cost which produced by butcher were Rp 590.653,00, Rp 597.933,00 and Rp 577.208,00. Marketing margin of SimPO and LimPO Cattle obtained by farmers had been significantly different than PO Cattle (P<0.05). Marketing margin of SimPO, LimPO, and PO Cattle, received by butcher, had not significantly different.

Kata Kunci : sapi SimPO, LimPO dan PO, biaya produksi dan pemasaran, lembaga pemasaran, margin pemasaran