Laporkan Masalah

ANALISIS RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PPOK RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2014-2016

ULFAH ATSILAH NUR LAILI RAMADHANI, Dr. Tri Murti Andayani, Sp. FRS., Apt.

2017 | Skripsi | S1 FARMASI

Penggunaan antibiotik rasional adalah penggunaan antibiotik yang tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis dan waspada efek samping. Penggunaan antibiotik tidak rasional atau tidak sesuai dengan pedoman terapi akan meningkatkan perkembangan resistensi bakteri terhadap antibiotik,.Selain itu juga dapat meningkatkan biaya perawatan pasien dan akan merugikan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pasien PPOK dengan metode Gyssens dan outcome penggunaan antibiotik di instalasi rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2014-2016. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data penelitian yang dibutuhkan yakni data antibiotik yang diterima pasien dan outcome penggunaan antibiotik yang diambil dari rekam medis pasien penderita PPOK di instalasi rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2014-2016. Analisis rasionalitas penggunaan antibiotik dilakukan dengan menggunakan Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan PPOK Indonesia oleh PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) tahun 2003 dan 2011, sedangkan untuk dosis penggunaan antibiotik digunakan Drug Information Handbook (DIH) edisi 24 tahun 2015-2016 sebagai pembandingnya. Terdapat 62 penggunaan antibiotik pasien PPOK yang dilakukan analisis rasionalitas menggunakan metode Gyssens. Dari hasil analisis terdapat 43 (69,4%) penggunaan antibiotik pasien PPOK yang masuk dalam kategori 0 (rasional), 1 (1,6%) masuk dalam kategori IIA, 9 (14,5%) masuk dalam kategori IIIB dan 9 (14,5%) kategori IVA. Dari 62 penggunaan antibiotik pasien PPOK terdapat 45 penggunaan antibiotik dengan outcome membaik, 6 belum membaik dan 11 meninggal.

The rational use of antibiotics is the use of antibiotics in right indication, right patients, right medicene, right dose, and aware of side effect. The irrational use of antibiotics or not reffered to standart therapy instruction will increase the bacterial resistant, the medical treatment cost, and automatically will make the patients get big lost. The aims of the research is to know the rationality of antibiotics use for COPD patients using Gyssens method and the outcome of antibiotics use on the inpatients of PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital in 2014-2016. The research is a descriptional observation using retrospektive approach. The research data needed is the data about the antibiotics received by the patients dan the outcome of its use taken from the medical record of COPD patients on the inpatients of PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital in 2014-2016. The analysis of the rationality of antibiotics use is taken by using Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan PPOK Indonesia oleh PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) in 2003 and 2011, meanwhile the dose use of antibiotics used Drug Information Handbook (DIH) edition 24 in 2015-2016 as its comparison There are 62 samples of antibiotics use for COPD patients taken from the rationality analysis using Gyssens method. Here, there are 43 samples (69,4%) of antibiotics use for CPOD patients as category 0 (rational), 1 sample (1,6%) categorized IIA, 9 samples (14,5%) as category IIIB, and 9 samples (14,5%) as category IVA. From 62 samples of antibiotics uses of COPD patients, there are 45 samples has improved outcome, 6 samples has not improved otcome, and 11 samples died.

Kata Kunci : PPOK, antibiotik, rasionalitas, metode Gyssens

  1. S1-2017-346170-abstract.pdf  
  2. S1-2017-346170-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-346170-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-346170-title.pdf