Laporkan Masalah

SEBARAN DIAMETER SETINGGI DADA PADA BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) DI DESA WONOKERTO, TURI, SLEMAN, DIY

MUHAMMAD GHIFARI ZAKAWALI, Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Bambu petung (Dendrocalamus asper) adalah salah satu jenis tumbuhan di Desa Wonokerto yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat ekologi yang signifikan dan dapat digunakan sebagai alternatif substitusi kayu. Pemanfaatan bambu secara lestari membutuhkan informasi pertumbuhan dan hasil. Sebaran diameter adalah salah satu informasi yang diperlukan untuk studi pertumbuhan dan hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan struktur sebaran diameter bambu di Desa Wonokerto. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah purposive sampling. Identifikasi pola sebaran dilakukan dengan menerapkan model distribusi Normal, model distribusi Weibull berparameter 2 dan model distribusi Weibull berparameter 3. Uji kecocokan model menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran diameter bambu di Desa Wonokerto sesuai digambarkan dengan model distribusi Normal dengan menghasilkan 4 pola sebaran diameter. Pola 1 didominasi oleh bambu kelas diameter 9-12 cm, Pola 2 didominasi oleh bambu kelas diameter 12-15 cm, Pola 3 didominasi oleh bambu kelas diameter 15-18 cm dan Pola 4 didominasi oleh kelas bambu 15-18 cm dengan jumlah yang lebih sedikit

Petung bamboo (Dendrocalamus asper) is one of species which grow in the village of Wonokerto and has significant economic value and ecological benefits and can be used to wood substitution. Sustainable utilization of this bamboo requires growth and yield data or information. Diameter distribution is one of the necessary information which need the growth and yield studies. This research aims to identify the pattern and structure of bamboo diameter distribution in Wonokerto village. The methods used in collecting data are purposive sampling. Identification of distribution pattern is performed by applying Normal distribution model, Weibull two parameters distribution model and Weibull three parameters distribution model. Model fit test was done by using the Kolmogorov-Smirnov test and Chi- Square test. The results showed that the diameter distribution of bamboo in Wonokerto village can be represent by Normal distribution model which producing 4 pattern of diameter distribution. Pattern 1 was dominated by bamboo of 9-12 cm diameter class. Pattern 2 was dominated by bamboo of 12-15 cm diameter class. Pattern 3 was dominated by bamboo of 15-18 cm diameter class. Pattern 4 was dominated by bamboo of 15-18 cm with fewer density.

Kata Kunci : bambu, petung, sebaran diameter, model distribusi Normal, model distribusi Weibull;bamboo, petung, diameter distribution, Normal distribution model, Weibull distribution model