Al-Islam Sebagai Media Pembentuk Wacana Tandingan Demokrasi
ANUGRAH KRISNOVANDI, Dra. Ratnawati, S.U.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Buletin Al-Islam menggunakan wacana demokrasi sebagai sebuah perlawanan terhadap dominasi sistem ini di Indonesia. Hizbut Tahrir Indonesia sebagai pengusung Al-Islam melihat demokrasi sebagai sebuah sistem yang gagal dan sudah tidak layak untuk dipakai di Indonesia. Atas dasar pernyataan tersebut, penelitian ini ingin melihat bagaimana Hizbut Tahrir berperan dalam membentuk wacana tandingan demokrasi di Indonesia. Kerangka teori yang digunakan dalam mencari akar pemikiran Hizbut Tahrir mengenai demokrasi ini meminjam penerapan konsep kognisi wartawan, yang dikenalkan oleh Teun A. van Dijk. Titik berat pada analisis ini adalah peran kognisi komunikator ketika menulis sebuah teks. Peran persepsi dan nilai yang digunakan oleh komunikator merupakan kunci dalam mengamati sebuah proses penulisan teks. Kognisi ini dibaca melalui ideologi, yang melihat bagaimana peran ideologi dalam mempengaruhi kognisi komunikator dalam penulisan teks Buletin Al-Islam. Dengan memahami persepsi dan nilai maka akan memahami kognisi komunikator, dan dengan memahami kognisi akan menjawab bagaimana sebuah ide mengenai tulisan demokrasi dalam Buletin Al-Islam yang mengarah pada proyeksi gagasan terbentuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu analisis wacana. Sifat penelitian ini adalah deskriptif, dengan menggunakan analisis wacana kognisi milik Teun van Dijk. Model analisis wacana ini terbagi menjadi tiga dimensi yaitu: critical linguistic/teks, kognisi sosial, dan analisis sosial pada konten teks opini Buletin Al-Islam. Melalui ketiga dimensi ini akan terpetakan akar dari penggambaran demokrasi yang muncul dalam teks Buletin Al-Islam. Terdapat beberapa temuan yang muncul dari analisis yang dilakukan melalui tiga dimensi tersebut. Melalui analisis teks, muncul deskripsi mengenai strategi penyampaian wacana dalam sebuah teks opini. Analisis teks menyimpulkan Al-Islam sebagai media propaganda politik Ideologi Hizbut Tahrir. Caranya dengan memuat gagasan umum mengenai demokrasi prosedural di Indonesia menurut versi Hizbut Tahrir. Akar dari proyeksi ini adalah kontrak ideologi organisasi terhadap anggotanya, tak terlepas jajaran redaksi buletin Al-Islam yang merupakan tim ustadz yang dipilih langsung oleh Amir dari Hizbut Tahrir. Ideologi ini ditanamkan melalui halaqah-halaqah (diskusi) yang dilakukan untuk menyeleksi calon anggota organisasi.
The purpose of this study is to identify the role of Bulletin Al-Islam as an instrument in forming a counter-discourse of democracy in Indonesia. The approach of this study was qualitative, using the principal of critical discourse analysis by Teun A. van Dijk. Discourse studies can primarily investigate the construction of mental models, processes and representations and try to define rules and conventions of social knowledge production. This group of discourse approaches and studies is closely connected with cognitive and social psychology. There are some findings that emerged from the analysis done through the three dimensions in CDA van Dijk. The analysis of the text concluded Al-Islam as a propaganda media. Al-Islam text filled with the idea about the negative examples of implementation of procedural democracy in Indonesia. The root of this phenomenon is an ideology "contract" between Organization and its memer. This ideology is instilled through halaqah-halaqah (discussion), the purpose is to select their candidates.
Kata Kunci : Demokrasi Prosedural, Analisis Wacana Teun A. van Dijk, Hegemoni