Demografi dan Karakteristik Pola Hidup Pengguna Suplemen Makanan Masyarakat Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
RUSYDA DYAH UTARI A, Dr. Susi Ari Kristina, M. Kes., Apt
2017 | Skripsi | S1 FARMASIMasyarakat mudah menjangkau beragam suplemen makanan baik di apotek maupun supermarket. Penelitian menunjukkan bahwa suplemen makanan mampu mencegah penyakit dan gangguan fungsi tubuh, namun pada beberapa kasus perlu diwaspadai penggunaannya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui profil demografi dan pola hidup pada pengguna suplemen makanan masyarakat wilayah DIY. Penelitian bersifat deskriptif non-eksperimental dengan studi cross-sectional menggunakan kuesioner. Kuesioner dibuat menggunakan Google Form dan disebarkan secara online melalui media sosial selama satu minggu. Variabel yang diteliti adalah demografi, pola hidup, tren penggunaan, sumber informasi dan tempat pembelian. Uji validitas dilakukan menggunakan content validity. Data kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pengguna suplemen makanan sebagian besar berjenis kelamin wanita, berusia antara 18-22 tahun, sedang menempuh perguruan tinggi, pengeluaran konsumsi keluarga cukup tinggi, memiliki BMI normal, tidak merokok, jarang berolahraga dan sedang tidak mengidap penyakit apapun. Pengguna suplemen makanan mendapatkan informasi melalui media cetak, elektronik dan internet serta melakukan pembelian melalui apotek. Vitamin merupakan suplemen makanan yang paling banyak dikonsumsi. Rata-rata pengguna suplemen makanan mengonsumsi dua hingga tiga tipe suplemen makanan yang berbeda. Karakteristik pengguna suplemen makanan dapat menunjukkan hasil berbeda tergantung jenis suplemen yang dikonsumsi. Hasil penelitian dapat menjadi gambaran awal bagi industri dalam melakukan segmentasi produk suplemen makanan.
It is easy for people to buy a variety of dietary supplements in pharmacies or supermarkets. Research shows that dietary supplements, with appropriate use, are able to prevent disease and prevent impaired body functions. Accordingly, the research was aimed to find out the demographic profile and lifestyle of dietary supplement consumers in Special Region of Yogyakarta. The research was non-experimental descriptive with a cross-sectional study using questionnaire. The questionnaire was created using Google Form and distributed online through social media for a week. The research variables used are demography, lifestyle, usage trend, information source, and place of purchase. Content validity is used to perform validity tests. Then, data from questionnaire will be analyzed using descriptive analysis method. The results of the study showed that most of the dietary supplement consumers were women, aged 18-22 years old, taking college, high family expenditure, normal BMI, no smoking, rarely exercising and not having any illness. Dietary supplement consumers get information through print, electronic and internet media and buy dietary supplements at pharmacies. Vitamins are the most widely consumed dietary supplements. The average consumer of dietary supplements consumes two to three types of dietary supplements. Depending on the supplements that they consume, the characteristics of the consumers of dietary supplements can show different results. The results of research can be used by the industry as an early description in segmenting food supplement products.
Kata Kunci : demografi, pola hidup, suplemen makanan, Yogyakarta