TINGKAT DOMINASI GULMA DAN NILAI NUTRISINYA SEBAGAI PAKAN TERNAK PADA MUSIM YANG BERBEDA
BRIYAN AHMAD SUPARJA, Bambang Suwignyo, S.Pt., MP., Ph.D.; Bambang Suwignyo, S.Pt., MP., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dominasi jenis gulma sebagai pakan ternak dan kandungan nutrisinya pada perbedaan musim. Pengambilan sampel gulma dilakukan secara acak pada lahan pertanian yang berada di daerah Pakem, Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat dominasi dari gulma menggunakan teknik line intercept transcent. Data yang dimabil meliputi tinggi, lebar, dan jumlah tanaman dengan perlakuan musim yang berbeda. Gulma yang mendominasi kemudian dilakukan uji kualitas nutrisi menggunakan metode analisis proksimat. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dominasi gulma jenis rumput lebih tinggi dibanding gulma jenis legum dan semak pada musim yang berbeda. Gulma yang mendominasi pada musim kemarau antara lain rumput ceker ayam (Digitaria setigera), rumput padian (Echinochloa oryzoides), rumput belulang (Eleusine indica), krokot (Portulaca oleracea), dan teki jekeng (Cyperus iria) sedangkan pada musim penghujan bandotan (Ageratum conyzoides), teki jekeng (Cyperus iria), cacabean (Ludwigia octovalvis), suket tuton (Echinochloa conola), dan jampang (Echinochloa glabrescens). Berdasarkan analisis proksimat gulma yang muncul pada musim berbeda menunjukkan bahwa perbedaan musim berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap kandungan nutrisi gulma rumput dan beberapa gulma semak. Cyperus iria merupakan salah satu gulma rumput yang kandungan bahan kering saat musim kemarau (23,3%) lebih tinggi dibanding musim penghujan (13,9%) (P<0,05). Gulma semak yang memiliki kandungan bahan kering lebih tinggi saat musim kemarau yaitu Cleome rutidosperma (13,1%) dibanding saat musim penghujan (10,7%) (P<0,05%). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan musim berpengaruh pada kandungan nutrisi beberapa tanaman gulma serta berpengaruh tidak signifikan pada nilai dominasi jenis-jenis gulma.
The study was conducted to understand differences dominance of weeds as animal feed and nutrition on the difference of the season. Weed sampling was done randomly on agricultural land located in Pakem, Sleman, Yogyakarta. The method used to determine the level of dominance of weeds using line intercept transcent. Dimable data include height, width, and number of plants with different seasons treatment. The dominant weeds were then tested for nutritional quality using proximate analysis methods. The data obtained were analyzed by t-test. The results showed that the level of weed species domination was higher than the legume and forb weeds in different seasons. Weeds that dominate in the dry season include Digitaria setigera, Echinochloa oryzoides, Eleusine indica, Portulaca oleracea, and Cyperus iria while in rainy season Ageratum Conyzoides, Cyperus iria, Ludwigia octovalvis, Echinochloa conola, and Echinochloa glabrescens. Based on the analysis of proximate weeds that emerged in different seasons showed that seasonal differences significantly (P <0.05) affect the nutritional content of weed grass and some forbs. Cyperus iria is one of grass weed that dry matter content during dry season (23,3%) higher than rainy season (13,9%) (P <0,05). Weeds of shrubs that contain higher dry matter during the dry season are Cleome rutidosperm (13.1%) than during rainy season (10.7%) (P <0.05%). Based on the research, it can be concluded that seasonal differences affect the nutritional content of some weed plants and have no significant effect on the dominance of weed species.
Kata Kunci : Iklim tropik, gulma, musim, komposisi kimia, teknik line intercept transcent.