HUBUNGAN KUALITAS TIDUR TERHADAP NAFSU MAKAN DAN ASUPAN MAKAN PADA PEKERJA SHIFT PETUGAS PUSAT KEAMANAN, KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (PK4L) UGM
AMALINA IDZNI RACHMAN, Yayuk Hartriyanti, SKM, M.Kes; Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., M.Sc
2017 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang: Masyarakat kini menghadapi sulitnya persaingan dunia kerja sehingga bekerja dalam jam kerja tidak normal dengan sistem kerja shift. Terdapat sekitar 10-20% proporsi pekerja dengan sistem shift di seluruh negara industri. Sistem kerja shift menyebabkan pergeseran waktu biologis tubuh serta berpengaruh pada kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat meningkatkan kasus kecelakaan kerja. Pada pekerja shift terdapat perubahan kadar hormon yang meregulasi metabolisme sehingga berpengaruh pada nafsu makan dan asupan makan akibat adanya gangguan tidur. Salah satu unit kerja di lingkungan kampus UGM yang menerapkan sistem kerja shift adalah PK4L. Selain itu, PK4L juga sedang merintis menjadi unit kerja yang mengatur kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di lingkungan kampus UGM. Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas terhadap nafsu makan dan asupan makan pada pekerja shift petugas PK4L UGM. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Subjek penelitian merupakan petugas PK4L dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek berjumlah 81 orang diambil secara purposive sampling. Kualitas tidur diukur dengan PSQI, nafsu makan dengan VAS, serta asupan makan diambil menggunakan SQ-FFQ. Uji statistik menggunakan uji Independent t-test, korelasi Pearson, uji Chi-square atau uji Mann Whitney serta uji ANOVA. Hasil: Terdapat hubungan antara kuantitas tidur dengan rasa lapar (hunger) (p=0,004, r=0,316) dan keinginan untuk makan (desire to eat) (p=0,029, r=0,243). Terdapat perbedaan rasa kenyang (fullness) antara kelompok asupan protein cukup dengan berlebih (p=0,035). Tidak ada hubungan bermakna (p>0,05) antara kualitas tidur dengan nafsu makan dan asupan makan, kuantitas tidur dengan kepuasan (satiety), rasa kenyang (fullness) dan asupan makan, serta rasa lapar (hunger), kepuasan (satiety) dan keinginan untuk makan (desire to eat) dengan asupan makan. Kesimpulan: Kuantitas tidur yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan rasa lapar (hunger) dan keinginan untuk makan (desire to eat). Asupan protein yang lebih berhubungan dengan peningkatan rasa kenyang (fullness).
Background: Our society is curently facing work competition difficulties which leads to abnormal working hours within the work shift system. About 10-20% of total workers proportion in every industrialized countries are shift workers. Shift work system changes the body's biological time which affect health and worker's safety that might lead to an increase of work accident cases. Within shift worker's body, there is a change of hormone levels which regulate certain metabolism affecting appetite and food intake as a result of sleep disturbance. One of UGM's working units in campus that implement shift work system is PK4L. In addition, PK4L is also being pioneered as a work unit that regulates occupational health and safety (OHS) in UGM campus. Purpose: To understand the relation between sleep quality to appetite and food intake on UGM's PK4L shift workers. Methods: This study apply cross sectional design. The subjects were PK4L officers with inclusion and exclusion criteria. Research Subjects of 81 people were chosen by purposive sampling. Sleep quality is measured by PSQI, appetite with VAS, and food intake taken using SQ-FFQ. Statistical analysis used Independent t-test, Pearson correlation, Chi-square test or Mann Whitney test, and ANOVA test. Results: There is a relation between the quantity of sleep to hunger (p=0.004, r=0.316) and the desire to eat (p=0.029, r=0.243). There is a difference of fullness at the protein intake group, that is between the adequate group and the excess group (p=0.035). There are no significant relation (p>0,05) of sleep quality to appetite and food intake. The relation between quantity of sleep to satiety, fullness and food intake is no significant also as well as hunger, satiety and the desire to eat with the food intake. Conclusion: A higher sleep quantity associated with an increase of hunger and desire to eat. Excess protein intake associated with an increase of fullness.
Kata Kunci : pekerja shift, kualitas tidur, PSQI, nafsu makan, VAS, asupan makan, SQ-FFQ