Laporkan Masalah

KOMUNITAS POJOK BUDAYA DALAM PELESTARIAN PERMAINAN DAN MAINAN TRADISIONAL (Studi Kasus tentang Penerapan Fungsi Komunikasi dalam Kegiatan Komunikasi Instruksional Pelestarian Permainan dan Mainan Tradisional Tahun 2016)

AGATA NESYA BERTILLA, Dian Arymami, S.I.P., M. Hum.

2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Permainan dan mainan tradisional khas Dusun Pandes, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini kurang mendapat perhatian di tengah masyarakat modern khususnya anak-anak. Oleh karena itu Komunitas Pojok Budaya hadir untuk melakukan pelestarian salah satu warisan budaya turun temurun ini. Menggunakan komunikasi instruksional, kegiatan di dalam Komunitas Pojok Budaya dilakukan untuk membelajarkan masyarakat luas tentang warisan budaya khas Dusun Pandes, sekaligus mengubah perilaku sasaran untuk mendukung upaya pelestarian ini. Dengan menggunakan metode studi kasus, penelitian ini ingin melihat secara rinci kasus khusus yakni pelestarian permainan dan mainan tradisional melalui kegiatan komunikasi instruksional dengan menerapkan fungsi komunikasi. Komunikasi instruksional di sini berperan sebagai alat atau proses komunikasi untuk menentukan metode yang tepat dalam membelajarkan masyarakat tentang permainan dan mainan tradisional. Kegiatan komunikasi instruksional dilihat secara rinci mulai dari proses perencanaan dan pelaksanaannya hingga tahap evaluasi. Keempat fungsi komunikasi dalam kegiatan komunikasi instruksional belum sepenuhnya diterapkan dengan baik. Fungsi mendidik dan menghibur menjadi dua fungsi yang menonjol dan menjadi fokus utama dari kegiatan komunikasi instruksional pelestarian permainan dan mainan tradisional melalui Kampoeng Dolanan. Berbagai kegiatan dalam komunitas dan Kampoeng Dolanan juga belum menunjukkan tanda-tanda berpengaruh pada pihak sasaran. Begitu pula dengan fungsi menyampaikan informasi melalui media sosial belum berjalan secara maksimal dikarenakan sumber daya manusia yang kurang memadai dalam pengolahan konten informasi.

Traditional games and toys of Dusun Pandes, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta are currently not getting attention in modern society especially children. Therefore the Komunitas Pojok Budaya is present to preserve one of these hereditary cultural heritages. Using instructional communication, activities within Komunitas Pojok Budaya are conducted to educate the public about the cultural heritage of Dusun Pandes, as well as to change the target behavior to support this conservation effort. By using case study method, this research would like to see in detail the special case of traditional games and toys through instructional communication activity by applying communication function. Instructional communication here serves as a communication tool or process to determine the right method of educate people about traditional games and toys. Instructional communication activities are viewed in detail from the planning and implementation process to the evaluation stage. The four functions of communication in instructional communication have not been fully implemented properly. The function of educating and entertaining are two prominent functions and the main focus of instructional instruction activities in preserving traditional games and toys through Kampoeng Dolanan. Various activities in the community and Kampoeng Dolanan also have not shown any signs of influence on the target. Similarly, the function of conveying information through social media has not run maximally due to insufficient human resources in the processing of information content.

Kata Kunci : fungsi komunikasi, komunikasi instruksional, pelestarian permainan dan mainan tradisional

  1. S1-2017-349586-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349586-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349586-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349586-title.pdf