Laporkan Masalah

PERBANDINGAN RESPON INTERSEPSI TAJUK ANTARA AGROFORESTRI SENGON-KOPI DENGAN HUTAN BAMBU DI HUTAN WISATA ANDEMAN, MALANG

CATHARINA TRI KUSUMANINGRUM, Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Intersepsi merupakan proses awal hidrologi yang paling penting dalam tata air di bumi. Besarnya nilai intersepsi dipengaruhi oleh sifat hujan sebagai input dan karakter vegetasi sebagai tempat berlangsungnya. Desa Sanankerto merupakan salah satu wilayah yang memiliki hutan bambu alami yang didalamnya terdapat sifat hidrologi yang unik dan belum banyak yang menelitinya. Penerapan agroforestri sengon-kopi pun banyak mendominasi penggunaan lahan di Desa Sanankerto. Perbedaan vegetasi penyusun mengindikasi perbedaan pertumbuhan yang mengakibatkan perbedaan kerapatan tajuk akan memengaruhi besarnya nilai intersepsi tajuk sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui besarnya nilai intersepsi tajuk dan perbandingan respon intersepsi tajuk antara agroforestri sengon-kopi dengan hutan bambu di Hutan Wisata Andeman, Malang. Penelitian ini dilakukan di dua plot penelitian yang berbeda, yaitu di lahan agroforestri sengon-kopi dan hutan bambu. Kedua plot penelitian terletak di Hutan Wisata Andeman, Desa Sanankerto, Kabupaten Malang. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan November 2016-Februari 2017. Nilai intersepsi tajuk diperoleh dari pengurangan tebal hujan (P) dengan penjumlahan dari aliran tembus (Tf) dan aliran batang (Sf). Data tebal hujan diperoleh dari Automatic Rain Recorder dan pengukuran langsung di lapangan sedangkan data aliran tembus dan aliran batang hanya dari pengukuran langsung di plot penelitian. Untuk memperoleh hubungan tebal hujan dengan intersepsi tajuk dilakukan analisis statistik menggunakan SigmaPlot 11.0 dan untuk mengetahui perbandingan respon intersepsi tajuk antar kedua plot dilakukan uji t dengan menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai intersepsi tajuk pada agroforestri sengon-kopi sebesar 1,52-21,53% dari total tebal hujan sedangkan pada hutan bambu lebih besar dengan nilai 6,16-67,03% dari total tebal hujan. Respon intersepsi tajuk pada kedua plot berbeda nyata dengan nilai signifikansi 0,01 yang dinyatakan dengan persamaan, yaitu pada agroforestri sengon kopi Y=0,2715(P)0,6026 dengan nilai R2=0,2926 dan pada hutan bambu Y=0,6273(P)0,6167 dengan nilai R2=0,4056.

Interception is an important early stage of hydrology process in water system. The significant value of interception is affected by rain and vegetation characteristics. Sanankerto village is one of region which has natural bamboo forest. The unique hydrology characteristics are needs to be study it. Agroforestry plantation dominates of Falcataria moluccana and coffee. The difference of vegetation composition indicate difference canopy density and affected to canopy interception. Thus it is necessary to study interception to know canopy interception value and interception response comparison between agroforestry and bamboo forest at Andeman Forest Tourism, Malang. This research was conducted at two different research plots that lie at agroforestry and bamboo forest land. The research was conducted during November 2016-February 2017. Interception value was measured from reduction of precipitation value with addition of throughfall and stemflow. Rainfall data was measured using Automatic Rain Recorder and direct measurement at field while throughfall and stemflow were measured solely from direct measurement at research plot. The correlation between precipitation and canopy interception is known by conducting statistic analysis using SigmaPlot 11.0 and to know comparison between canopy interception between interception canopy response between both plots, t-test was conducted by using SPSS 16.0. The results shown that the value of canopy interception on agroforestry is 1,52-21,53% of rainfall while at bamboo forest 6,16-67,03% of rainfall. Interception response on both plots show significant difference with significance value 0,01 that could be expressed by an equation, on agroforestry land Y=0,2715(P)0,6026 with R2=0,2926 and on bamboo forest shown Y=0,6273(P)0,6167 with R2=0,4056.

Kata Kunci : Intersepsi Tajuk, Agroforestri Sengon-Kopi, Hutan Bambu;Canopy Interception, Agroforestry, Bamboo Forest