PEMODELAN NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PASCA PEMBANGUNAN PUSAT KEGIATAN (Studi Kasus di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta)
ANDRIAN EKA P, Ir. Prijono Nugroho D, M.S.P., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESIPembangunan yang sedang berlangsung pada Kabupaten Sleman khususnya di Desa Ambarketawang berkembang dengan pesat. Hal ini ditandai dengan perubahan penggunaan lahan akibat munculnya berbagai pusat kegiatan masyarakat. Desa Ambarketawang juga memiliki aksesibilitas yang baik karena dekat dengan jalan lintas provinsi. Hal ini akan mempengaruhi pola nilai tanah di Desa Ambarketawang. Dalam penelitian ini, akan dibuat Pemodelan Nilai Tanah di Desa Ambarketawang terkait dengan perubahan penggunaan lahan pasca pembangunan pusat kegiatan, agar dapat dijadikan sebagai dasar untuk menentukan besaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dalam penelitian ini digunakan 43 data transaksi jual beli tanah pada tahun 2011 dan 70 data transaksi jual beli tanah pada tahun 2016, data transaksi jual beli tanah tersebut diperoleh dari Badan pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sleman. Penyesuaian data dilakukan dengan koreksi jenis data dan waktu transaksi. Pemodelan nilai tanah dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan variabel bebas berupa jarak bidang ke pusat kegiatan (BDPK), jarak bidang ke pusat kota (BDKO), jarak bidang ke jalan utama (BDUT), luas bidang (LB), kelas jalan (KJ), dan penggunaan lahan (PL). Evaluasi model menggunakan uji determinasi (R2), uji tabel t, uji COV, dan PRD. Pada tahun 2016, model yang diperoleh dapat menjelaskan nilai tanah sebesar 55,521% dengan persamaan : NTE = 253828 + (-772,845 x BDPK) + 952840 x KJ, sedangkan model pada tahun 2011 dapat menjelaskan nilai tanah sebesar 66,2086% dengan persamaan : NTE = 915497 + 63,691 x BDPK + (-154,398 x BDKO) + 40386 x KJ. Peta ZNT tahun 2011 memiliki rentang nilai dari Rp 70.000,00/m2 hingga Rp 560.000,00/m2, sedangkan peta ZNT tahun 2016 memiliki rentang nilai antara Rp 70.000,00/m2 hingga Rp 3.070.000,00/m2. Pada peta perubahan penggunaan lahan, terlihat bahwa terdapat 28,1245 Ha atau 77,6146 % dari keseluruhan perubahan penggunaan lahan yang terjadi dalam radius 500 meter dari pusat kegiatan antara tahun 2011 dan 2016. Peningkatan nilai tanah terbesar terdapat pada bidang sampel yang berada di dekat salah satu pusat kegiatan yaitu STIKES Jenderal Achmad Yani. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pusat kegiatan dapat mempengaruhi perubahan penggunaan lahan dan meningkatkan nilai tanah di sekitarnya.
The on going development in Sleman Regency, in particular Ambarketawang Village is growing fast. It could be identified by the changes of land use due to the emergence of various community center. Ambarketawang Village also has good accessibility because of the location close to main province road. Those things could affect the land value pattern in Ambarketawang Village. In this research, Land Value Model of Ambarketawang Village will be made related to the changes of Land Use after the community center established, so this research can be use as a base to determine the value of Non-Tax State Revenue (PNBP). This research used 43 of land trade transaction data in 2011 and 70 of land trade transaction in 2016, The data source of land trade transaction data is obtained from the Badan Pertanahan Nasional (BPN) of Sleman Regency. Data adjustment were done by correcting the data type and transaction time. Land value modeling was developed by using multiple linier regression analysis with independent variable such as the distance of the field to community center, the distance of the field to downtown, the distance of the field to main road distance, field's wide, road grade and land use. Model evaluation uses determination test (R2), t table test, COV test, and PRD. In 2016, the land value model can explain 55,521% of land value by the equation, NTE = 253828 + (-772,845 x BDPK) + (952840 x KJ). Model of 2011 can explain 66,2086% of land value by the equation, NTE = 915497 + 63,691 x BDPK + (-154.398 x BDKO) + 40386 x KJ. ZNT Map 2011 has a range of values from Rp 70.000,00 / m2 to Rp 560.000,00 / m2, while the ZNT map of 2016 has a value range between Rp 70.000,00 / m2 to Rp 3.070.000,00 / m2. On changes of land use map, it can be seen that changes are more common in 500 meters radius from the community center with 28,1245 Ha large or 77,6146% from all the land use change that occur between 2011 and 2016. The biggest increase in land value is on the sample field that near one of community center are STIKES Jenderal Achmad Yani. It can be indicates that community center can affect the changes of land use and increase the value of the surrounding land.
Kata Kunci : Penilaian, Analisis Regresi Linier Berganda, Peta Zona Nilai Tanah.