Laporkan Masalah

Pemanfaatan Citra Satelit Quickbird Untuk Mendeteksi Kesehatan Hutan Kota Di Surakarta 2016

FAIZ FAJRI, Dr. Emma Soraya, S. Hut., M. For ; Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr. Sc

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Perkembangan Kota Surakarta yang cenderung mengalihfungsikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi kawasan terbangun menyebabkan menurunnya luas hutan kota. Sementara itu, fungsi hutan kota sangat banyak, antara lain seperti dalam mengurangi polusi udara, konservasi energy dan penyimpanan karbon. Oleh karena itu, hutan kota perlu dimonitor kesehatannya agar berfungsi optimal. Kesehatan pohon merupakan parameter penting untuk evaluasi kesehatan dan kelestarian perkotaan secara umum. Penginderaan jauh digunakan untuk mempermudah monitoring kesehatan hutan secara cepat dengan biaya murah. Kota Surakarta memerlukan peta hutan kota yang berguna dalam monitoring dan perawatan pohon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) memetakan sebaran hutan kota di Kota Surakarta melalui analisis Citra satelit Quickbird ; dan 2) memetakan tingkat kesehatan hutan kota di Kota Surakarta tahun 2016. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan 1) interpretasi citra satelit dengan metode digitasi on-screen; 2) metode transformasi indeks vegetasi dengan alogritma Visible Atmospherically Resistant Index (VARI). Berdasarkan hasil peneitian yang dilakukan diketahui bahwa bahwa Luas Hutan Kota Surakarta pada tahun 2016 sebesar 42.17 Ha. Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM), tingkat kesehatan Hutan Kota Surakarta pada Tahun 2016 berada pada kondisi normal dengan di dominasi pada tingkat kesehatan hutan sehat sebesar 41%, rentang nilai VARI berdasarkan tingkat kerusakan vegetasi antara lain tingkat kerusakan rusak sedang dengan rentang 0.19-0.28, tingkat kerusakan rusak ringan dengan rentang 0.29-0.45, dan tingkat vegetasi sehat berada pada rentang 0.46-0.7.

The development of Surakarta city which tends to convert the green open space (Ruang Terbuka Hijau/RTH) decreased urban forest area, whereas the role of urban forest is very crucial, such as in air pollution reduction, energy conservation, and as carbon storage. Therefore, the urban forest needs to be monitored its health in order to optimize its role. The health of the tree is an important parameter for the evaluation of urban sustainability and health in general. Remote sensing is used to facilitate the monitoring of forest health quickly in a low cost strategy. Surakarta urban forest maps also required in monitoring and care of trees. The objectives of this research were to 1) map the distribution of urban forest in Surakarta by analysing Quickbird satellite imagery; and 2) identify the utilization of satellite imagery to detect the health of urban forest. The methods of analysis used in this research were 1) interpretation of satellite imagery by on-screen digitation; and 2) Forest Health Monitoring and transformation of vegetation index using Visible Atmospherically Resistant Index algorithm. The results showed that urban forest area in Surakarta in 2016 was 42.17 Ha. The level of health of Surakarta urban forest in 2016 was normal, dominated by healthy forest (41%). The range of VARI value based on the damage level of vegetation was classified into high, medium, and low level of damage in range of 0.19-0.28, 0.29-0.45, and more than 0.46 respectively.

Kata Kunci : Hutan Kota, Citra Satelit, Ruang Terbuka Hijau, urban forest, satellite imagery, green open space