Laporkan Masalah

HUBUNGAN STATUS GIZI BERDASARKAN ANTROPOMETRI DAN SIKAP PENGGUNAAN APD (ALAT PELINDUNG DIRI) DENGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH PADA POLISI LALU LINTAS WANITA DI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

BANUN MARIFAH F, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes; Dr. Siti Helmiyati, DCN., M.Kes

2017 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Pertumbuhan pencemaran udara di kota dan tingkat industrialisasi yang tidak terhindar akan mengarah kepada kebutuhan energi yang lebih besar, sehingga akan menghasilkan pembuangan zat pencemar lebih banyak. Keracunan Pb yang berasal dari udara bebas dapat terjadi pada penduduk yang mendapat paparan dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu lama. Timbal dapat terakumulasi terus menerus dalam jangka waktu lama dan mencapai jumlah yang membahayakan kesehatan. Penyerapan timbal dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain status gizi, diet, usia, jenis kelamin, dan berat badan. Namun, studi epidemiologi mengenai hubungan kadar timbal dalam darah dengan status gizi yang digambarkan dengan IMT atau obesitas masih belum dapat disimpulkan. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan status gizi dan sikap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kadar timbal (Pb) dalam darah pada polisi lalu lintas wanita di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Metode: Jenis penelitian ini adalah observatif dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek penelitian adalah 52 polisi lalu lintas wanita yang dipilih melalui metode total sampling. Pengambilan data antropometri dilakukan dengan mengukur IMT, lingkar perut (LP), rasio lingkar pinggang dan pinggul (RLPP), dan persentase lemak tubuh. Data sikap penggunaan APD diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Kadar timbal darah subjek diperoleh dengan uji AAS. Uji hipotesis dilakukan dengan uji korelasi pearson dan uji mann-whitney. Hasil: Tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi antropometri dengan kadar timbal dalam darah dengan nilai r= -0.025 (IMT), r= -0.65 (LP), r= -0.158 (RLPP), r= -0.19 (Persen lemak). Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara sikap penggunaan APD dan kadar timbal darah dengan p= 0.027 (p<0.05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi antropometri dengan kadar timbal dalam darah, namun terdapat hubungan yang signifikan antara sikap penggunaan APD dengan kadar timbal darah. Kata Kunci: status gizi, alat pelindung diri, kadar timbal darah, polisi lalu lintas wanita.

Background: The growth of urban air pollution and the inevitable level of industrialization will lead to greater energy demand, resulting in more pollutant discharges. Airborne Pb toxicity can occur in people who are exposed to large and long-term exposure. Lead can be accumulated continuously over long periods of time and reach health-damaging amounts. The absorption of lead in the body is influenced by several factors including nutritional status, diet, age, sex, and weight. However, epidemiologic studies of the association of lead levels in the blood with nutritional status as described by BMI or obesity still can not be concluded. Objective: To know the correlation between nutritional status and attitude of the Personal Safety Equipment (APD) usage with blood lead level (Pb) in female traffic police in Province D.I. Yogyakarta (DIY). Methods: The type of this study was observational with cross-sectional study design. The subjects were 52 female traffic police selected through the total sampling method. Anthropometric data was done by measuring BMI, abdominal circumference (LP), waist and hip ratio (RLPP), and body fat percentage. Data on the attitude of APD usage was obtained by using questionnaires. The blood lead blood levels of the subjects were obtained by the AAS test. Hypothesis test was performed by pearson correlation test and mann-whitney test. Results: There was no significant association between anthropometric nutritional status and blood lead levels (p>0.05) with r= -0.025 (IMT), r= -0.65 (LP), r= -0.158 (RLPP), r= -0.19 (percent fat). There was a significant correlation between attitude of APD usage and blood lead level with p= 0.027 (p <0.05). Conclusion: There is no significant correlation between antropometric nutritional status and blood lead level, but there is a significant correlation between attitude of APD usage and blood lead level. Keywords: nutritional status, personal safety equipment, blood lead level, female traffic police.

Kata Kunci : nutritional status, personal safety equipment, blood lead level, female traffic police