GENDER DAN PARLEMEN LOKAL (Study Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gender Anggota DPRD Kabupaten Sleman Periode 2014 -2019 terhadap Kebijakan yang Dikeluarkan)
IBNU NUGROHO, Dra. Ratnawati, S.U
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Lahirnya kebijakan kuota 30% perempuan dalam pemilu diharapkan mampu memperbaiki ketidakseimbangan gender di parlemen. Baik di tingkat lokal maupun nasional. Namun sayangnya, kebijakan tersebut belum mampu dimanfaatkan secara maksimal. Perempuan yang diharapkan mampu mrombak ketimpangan gender di parlemen ternyata gagal. Hanya sedikit perempuan yang bisa masuk parlemen dan berkecimpung dalam proses pembuatan kebijakan. Itupun dengan kualitas pengetahuan gender yang masih dipertanyakan. Walaupun memang, permasalahan gender bukan hanya masalah perempuan. Semua anggota parlemen sudah seharusnya mempunyai pengetahuan tentang gender. Hal ini senada dengan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan nasional dan Kemendagri Nomor 132 tahun 2003 tentang pembangunan daerah. Sehingga, kebutuhan akan pengetahuan gender bagi anggota parlemen sangatlah penting. Hal ini tentu terkait dengan kebijakan yang dikeluarkan nantinya. Olehkarenanya, penelitian ini mencoba melihat tingkat pengaruh pengetahuan gender anggota parlemen lokal terhadap kebijakan yang dikeluarkan. Untuk melihat tingkat pengetahuan gender, penulis menggunakan enam tingkatan Taksonomi Bloom. Enam tingkatan tersebut yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dalam masing-masing tingkatan tersebut, penulis memberikan tema isu kesetaraan dan keadilan gender. Sedangkan untuk menentukan tinggi rendahnya skor masing-masing tingkatan, penulis menggunakan rumus skor actual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai dengan menyebarkan kuesioner. Populasi yang digunakan adalah Anggota DPRD Kabupaten Sleman Periode 2014-2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified random sampling bersifat proporsional dengan margin error yang digunakan adalah 10%. Sehingga diperoleh sampel sebesar 33 orang. Sedangkan untuk analisis data penulis menggunakan uji korelasi dan uji regresi sederhana. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengaruh pengetahuan gender terhadap kebijakan berperspektif gender yang dikeluarkan sebesar 21,5%. tingkat pengetahuan gender hanya memberikan pengaruh sebesar 21,5% terhadap kebijakan berperspektif gender yang dikeluarkan. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Salah satunya adalah tingkat partisipasi masyarakat dalam menyuarakan isu gender. Tingkat korelasi yang didapatkan masuk dalam ketegori sedang dengan kisaran 0,634. Sedangkan jika disimpulkan menggunakan Taksonomi Bloom maka tingkat pengetahuan Anggota DPRD Kabupaten Sleman Periode 2014-2019 baru mencapai level rendah atau lower order thinking skills.
Policy about 30% women quota in election give hope to decrease unbalance gender issue in local parliament or national parliament. But, that policy doesn't give maximum benefit. Women failed to decrease the gender gap in parliament. Only several can be part of parliament and give some contribution for policy making process with low quality of gender knowledge. Even tough, gender problem not only about woman problem. All member of parliament must have good quality of gender knowledge base on President Instruction Number 9 (2000) about Gender Priority in national development and Ministry of Public Affairs Number 132 (2003) about local development. So, the needs to have the understanding about gender is essential and influencing the policy. Therefore, this research tried to examine the influence of gender understanding of local parliament members towards the policy. The researcher utilize six level of Bloom Taxonomy to analyze the influence of gender understanding, which are remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. In every level, the researcher give issue about gender equality and justice. The researcher utilize actual score formula to determine the scor level of every Bloom Taxonomy level. The method used in this research is by doing a survey through questionnaire. The population of this research are 2014-2019 members of Sleman regencies parliament. Sampling was done by using proportionally stratified random sampling with margin error 10%, so it gained 33 people. Whereas, the researcher utilize correlation test and simple regression test to analyze data. Finding shows the level of gender understanding towards gender policy is 21,5%. Level of gender understanding only gained 21,5% towards gender policy. On the other hand, influenced by other factors which one of them is people participation level to voice gender issue. Correlation level achieve medium level range 0,634. Bloom Taxonomy conclude the level of gender understanding 2014-2019 members of Sleman regencies parliament reach lower ordee thinking skills.
Kata Kunci : gender, parlemen lokal