Laporkan Masalah

MENGUAK MODUS KETERLIBATAN WANITA KURIR DALAM JARINGAN PERDAGANGAN NARKOTIKA INTERNASIONAL (Studi Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Malang)

DYAH PUTRI PUSPITASARI, Dr. Muhammad Supraja, SH., S.Sos., M.Si

2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Dalam jaringan perdagangan narkotika internasional, kurir merupakan posisi yang rendah dan rentan untuk tertangkap pihak berwajib. Meski beresiko tinggi dan bertentangan dengan konstruksi gender yang ada, acap kali ditemukan kasus wanita kurir yang terlibat dalam organisasi kriminal transnasional ini. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui faktor yang mendorong keterlibatan wanita kurir dalam jaringan perdagangan narkotika internasional. Mengambil lokasi penelitian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Malang, penelitian ini melibatkan empat informan yang berstatus sebagai narapidana tindak pidana narkotika. Keempat informan memiliki perbedaan latar belakang berupa perbedaan status kewarganegaraan, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan lama hukuman. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan di dalam lapas, tepatnya dengan melakukan wawancara secara face to face di ruangan tertentu tanpa didampingi petugas lapas sehingga informan lebih nyaman untuk menceritakan pengalamannya yang notabene merupakan isu sensitif. Sedangkan data sekunder didapat dari dokumen putusan pengadilan, artikel, berita, dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Terdapat empat tahapan yang dilakukan untuk menganalisis data, yakni transkripsi data, horizonalization, cluster of meaning, dan deskripsi esensi. Konsep alienasi pada masyarakat modern milik Fromm, konsep pertukaran sosial Blau, dan perspektif feminisme digunakan sebagai pisau bedah analisis data yang telah didapatkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan wanita kurir dalam jaringan perdagangan narkotika didorong oleh dorongan untuk terlepas dari kondisi ekonomi yang termarjinalkan, ancaman determinasi lingkungan atas penerimaan diri di tengah masyarakat kapitalisme dan masyarakat patriarki, serta kemudahan akses untuk mendapat narkotika. Faktor pendorong tersebut dapat diinterpretasikan sebagai rasionalisasi wanita kurir yang berupaya untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik masyarakat kapitalisme modern dan budaya masyarakat patriarki, serta sebagai produk dari hubungan kontraktual atas pertukaran sosial yang dilakukan.

In the international narcotics trade network, couriers are in a low position and vulnerable to being caught by authorities. Although it has a high risk and opposing the existing of gender construction, there are many cases of courier women involved in this transnational criminal organization. This study focuses on identifying factors that encourages the courier women's involvement in the international narcotics trade network. By taking the location of this study in Women's Correctional Facility Class IIA in Malang, this study involves four informants whose status as convicts of narcotics crime. The four informants have different background. They are difference in citizenship status, educational level, type of work, and punishment duration. The study was qualitative study with phenomenological approach. Primary data collection was done by conducting in-depth interviews with informants in prison, precisely by doing a face to face interview in a certain room without a prison officer, thus the informant was more comfortable to tell her experience that was considered as a sensitive issue. In addition, secondary data was obtained from court decision documents, articles, news, and scientific journals related to the topic of the study. There were four steps to analyze the data; data transcription, horizonalization, cluster of meaning, and essence description. The concept of alienation in the modern society of Fromm, the concept of social exchange of Blau, and the feminist perspective were used as the scalpel of data analysis that had been obtained. The results of the study indicated that the involvement of courier women in the narcotics trade network was driven by the urge to escape the marginalized economic conditions, the threat of environmental determination on self-acceptance in the society of capitalism and patriarchal society, and the simple accessibility of narcotics. The supporting factors may be interpreted as the rationalization of courier women who sought to adapt with the characteristics of modern capitalist society and patriarchal culture, as well as the product of the contractual relationships on social exchanges.

Kata Kunci : Wanita, Kurir Narkotika, Keterlibatan, Alienasi, Pertukaran Sosial; Women, Narcotics Courier, Involvement, Alienation, Social Exchange

  1. S1-2017-328776-abstract.pdf  
  2. S1-2017-328776-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-328776-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-328776-title.pdf